Ngawi (beritajatim.com) – Kelangkaan minyak goreng dirasakan oleh warga Ngawi. Salah satu toko retail di Desa Klitik, Geneng, Ngawi menerapkan sistem pemerataan dengan menandai pembeli minyak goreng dengan tinta di jari. Pasokan minyak goreng yang tak tentu membuat manajemen Toko Tiara terpaksa melayani pembelian minyak goreng di kasir, dan tidak dipajang di etalase.
Kebijakan itu rupanya turut dimanfaatkan beberapa staf Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja di Ngawi untuk mendapatkan minyak goreng. Pantauan beritajatim.com, ada sekitar lima orang staf yang melakukan monitoring dan turut membeli minyak goreng.
Mereka datang ke lokasi bersamaan dan membeli sekitar dua botol minyak goreng ukuran dua liter. Mereka datang saat jam kerja yakni sekitar pukul 10.45.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ngawi”]
Sementara itu, Rina Supervisor Toko Tiara Ngawi membenarkan kalau pihaknya sempat didatangi. Namun tidak ditanya lebih mendalam terkait pasokan minyak goreng. Pada beritajatim.com Rina membenarkan kalau pihaknya terpaksa melakukan upaya pemerataan dengan memberi tinta pada pembeli minyak goreng.
”Dan ini hanya bisa dibeli ketika di kasir. Karena rawan berebut jika dipajang di etalase. Upaya pemerataan ini kami lakukan karena pasokan yang datang tidak pasti,” katanya. [fiq/but]






