Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Mojokerto menggelar pembinaan dan pelatihan olahraga rekreasi atau tradisional. Pembinaan dan pelatihan digelar di Aula Dinas Pendidikan, Kabupaten Mojokerto.
Tujuannya untuk meningkatkan program pembinaan dan sosialisasi kepada para atlet olahraga secara sistematik, terpadu dan berkelanjutan serta membudayakan olahraga sebagai gaya hidup untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Kabupaten Mojokerto.
Agenda yang bertajuk ‘melalui sosialisasi olahraga rekreasi atau tradisional untuk masyarakat yang sehat’, yang digelar selama tiga hari, mulai tanggal 15-17 Agustus 2022. Pelatihan dan pembinaan diikuti sebanyak 75 guru olahraga tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Mojokerto.
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati menjelaskan, saat ini banyak terjadi pelecehan seksual pada anak usia dini. Sehingga menjadi suatu tantangan yang sangat luar biasa, bahwa orang tua dihadapkan pada perkembangan akil dan baligh anak yang tidak berjalan secara selaras.
“Jadi akilnya itu telat dan balighnya itu cepat. Tidak selarasnya perkembangan akil dan baligh ini menjadi suatu tantangan para pendidik untuk bagaimana memberikan wawasan kepada generasi muda untuk menjaga diri dan kesehatannya. Bagaimana dia supaya aman dari pelecehan seksual,” jelasnya, Senin (15/8/2022).
Selain permasalahan perkembangan akil dan baligh pada anak, lanjut Bupati, saat ini juga terdapat suatu permasalahan terkait ketangguhan anak yang menjadi tanggung jawab para pendidik. Bupati mencontohkan, di Pemkab Gresik sudah bekerjasama dengan perusahaan untuk menerima lulusan SMK sebagai tenaga kerja.
“Namun dari 20 lulusan SMK yang diterima di perusahaan, hanya lima anak saja yang bisa bertahan. Untuk masalah sepertinya ini menjadi tugas utama para pendidik karena melalui pendidikan keolahragaan ini, disitulah anak-anak ini kita latih dan kita didik untuk menjadi pribadi yang tangguh,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-mojokerto”]
Sehingga olahraga tradisional atau olahraga rekreasi tersebut dinilai menjadi olahraga yang mempunyai peran sangat luar biasa dalam pembentukan karakter anak. Di sisi yang lain, orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto juga menilai, bahwa memainkan olahraga tradisional ini merupakan wujud dari melestarikan budaya dari para leluhur.
“Yang kedua ini, sangat syarat makna dari pendidikan berkarakter. Maka ini perlu ditindaklanjuti, termasuk juga bagaimana nanti fokus untuk menghasilkan calon atlet dari olahraga tradisional yang tentunya nanti akan dipertandingkan pada jenjang yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Diakhir sambutannya, Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini juga meminta agar para pendidik bisa bertanggung jawab untuk mencetak generasi muda yang tangguh dan siap untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. [tin/but]






