Pasuruan (beritajatim.com) – Operasi modifikasi cuaca di Jawa Timur resmi berakhir setelah berlangsung selama sepuluh hari sejak 16 Maret 2026. Meski puluhan sorti penyemaian awan telah dilakukan, tiga wilayah di Jatim masih dikepung banjir akibat tingginya curah hujan yang tidak sepenuhnya dapat dikendalikan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur kini mengalihkan fokus pada penanganan dampak genangan yang masih terjadi di sejumlah daerah, terutama akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah hulu hingga hilir pada Selasa (24/3/2026) malam.
Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menyatakan operasi teknologi modifikasi cuaca dilakukan atas instruksi langsung gubernur sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi cuaca ekstrem. “Ibu Gubernur sudah memerintahkan kepada kami untuk dilakukan modifikasi cuaca yang dimulai memang tanggal 16 Maret kemarin dan ini merupakan hari terakhir,” ungkapnya, Rabu (25/3/2026).
Gatot menjelaskan keterbatasan armada menjadi kendala utama dalam pelaksanaan operasi tersebut. Tidak semua wilayah dapat dijangkau secara bersamaan, sehingga beberapa daerah seperti Pasuruan masih mengalami dampak luapan air akibat hujan dengan intensitas tinggi.
Selain Pasuruan, kondisi darurat juga terjadi di Mojokerto akibat jebolnya tanggul sungai yang sebelumnya sempat diperbaiki. Kerusakan tersebut menyebabkan air kembali meluap dan merendam permukiman warga sejak pagi hari.
“Untuk saat ini di Jatim ada tiga wilayah yang mengalami genangan di mana penyebabnya seperti di Mojokerto diakibatkan tanggul yang jebol,” jelas Gatot.
Sementara itu, Lamongan menjadi wilayah dengan durasi banjir terlama karena tingginya elevasi air di aliran Bengawan Solo yang menghambat proses pembuangan air. Curah hujan lokal yang masih terjadi turut memperparah kondisi di kawasan tersebut.
BPBD Jatim terus menyiagakan personel di wilayah terdampak guna memastikan distribusi bantuan logistik dan proses evakuasi berjalan optimal. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berfluktuasi hingga akhir Maret. [ada/beq]






