Mojokerto (beritajatim.com) – Setidaknya ada tiga solusi mulai dari jangan pendek, menengah dan panjang dalam mitigasi daerah rawan kecelakaan di Jalur Gotean Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Ini setelah Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim dan Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim mencari solusi untuk menekan angka fatalitas di jalur black spot tersebut.
Hal tersebut menyusul kerap kali terjadi kecelakaan hingga merenggut nyawa pengendara di jalur alternatif Mojokerto-Batu tersebut. Rata-rata kecelakan dipicu rem blong saat melintasi jalur turunan curam tersebut. Sehingga beberapa stakeholder terkait menggelar rapat di Perum Perhutani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto pada, Kamis (20/2/2022) kemarin.
Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional, Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Prasarana Perhubungan Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan (UPT LLAJ) Mojokerto Dinas Perhubungan Provinsi (Dishub) Jatim, Yoyok Kristyowahono mengatakan, hasil rapat disepakati sejumlah langkah mitigasi kecelakaan lalu-lintas di daerah rawan kecelakaan di Jalur Gotean.
“Solusinya tersebut terbagi tiga poin, jangka pendek, menengah dan panjang. Untuk jangka pendek, petugas akan melaksanakan sosialisasi secara gencar untuk kendaraan matic tidak diperbolehkan lewat jalur Cangar. Namun sifatnya imbaun, bukan melarang sepenuhnya. Hanya mengimbau tidak melintas,” ungkapnya, Jumat (11/2/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”kecamatan-pacet”]
Yoyok menjelaskan, jika pada dasarnya sepeda motor matic digunakan untuk jalanan kota, bukan untuk menanjak. Sehingga untuk keselamatan pengendara, pihaknya menyarankan tidak menggunakan sepeda motor matic. Untuk solusi jangka menengah yakni akan diambil langkah diskresi terkait pembenahan jalan dan penambahan rest area untuk mendinginkan rem.
Sedangkan untuk jangka panjang, tambah Yoyok, akan dibuatkan jalur alternatif yang lebih landai seperti yang direncanakan pada tahun 2021 lalu. Pada tahun 2021, Dishub Jatim membuka opsi membuat jalur baru dengan membelah kawasan hutan. Jalur baru tersebut dikhususkan bagi pengendara yang hendak turun dari arah Batu ke Mojokerto.
“Pembuatan jalur alternatif baru yang lebih landai, namun masih perlu kajian lebih dalam lagi. Pembuatan jalur alternatif yang direncanakan tahun kemarin masih perlu kajian lagi. Karena jalur di sebelah timur yg rencana digunakan alternatif berupa jurang. Secara geografis perlu kajian lagi sehingga masuk dalam strategi janka panjang untuk membuat jalur lebih landai,” ujarnya.
Pada rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, yakni Kabid Lalin Dishub Jatim, Kepala UPT P3 LLAJ Mojokerto, Kepala UPT P3 LLAJ Malang, Dirlantas Polda Jatim, Kepala Dishub Kabupaten Mojokerto, Satlantas Polres Mojokerto, Polsek Pacet, Koramil Pacet, UPT PJJ, PMI Mojokerto, Perum Perhutani, Tahura, dan relawan. [tin/ted]







