Bondowoso (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso menggelar rapat koordinasi (rakor) persiapan penanaman pohon di Kecamatan Maesan. Rakor berlangsung di Ruang Lantai II BPBD Bondowoso, Selasa, 20 Januari 2026.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto, mengatakan kegiatan penanaman pohon akan dilaksanakan pada Kamis, 22 Januari 2026 pukul 08.00 WIB di Desa Gunungsari, Kecamatan Maesan. Lokasi penanaman berada di sekitar Situs Megalitikum Kodedek.
“Sebanyak 2.000 bibit tanaman keras akan ditanam, terdiri dari mahoni, tabebuya, sirsak, alpukat, trembesi, dan petai,” ujar Kristianto, Selasa siang.
Ia menjelaskan, pemilihan Desa Gunungsari didasarkan pada riwayat bencana banjir bandang yang kerap terjadi di wilayah tersebut. Bahkan, pada tahun 2025 lalu, banjir bandang tercatat terjadi dua kali, yakni pada Januari dan Desember.
“Kegiatan ini melibatkan unsur pentahelix. Ada BPBD, Dinas Sosial, Pramuka, Perhutani, PMI, dan DLH,
Dari unsur masyarakat melibatkan FPRB, Destana, Pemerintah Desa Gunungsari, Pecinta Alam Bondowoyo, PMII, serta Baznas.
Selain itu, sektor pendidikan juga dilibatkan, di antaranya Sekolah Tanggap Bencana (Segana) SD Silolembu dan PSAB Selolembu. “Kegiatan nanti turut dihadiri unsur Muspika Kecamatan Maesan,” tuturnya.
Menurut Kristianto, penghijauan ini merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko bencana melalui sinergi lintas pemangku kepentingan dengan melakukan restorasi tutupan lahan.
“Ini ikhtiar bersama. Lahan terbuka kita beri tutupan vegetasi agar tidak menjadi lahan kritis dan mampu menahan limpasan air,” katanya.
Ia menambahkan, terdapat tiga jenis pengelolaan kawasan hutan, yakni hutan konservasi, hutan yang dikelola Perhutani, dan hutan rakyat. Adapun titik penghijauan kali ini difokuskan pada lahan Perhutani dan hutan rakyat.
“Harapannya, penghijauan ini bisa menurunkan risiko bencana, khususnya banjir bandang di wilayah Maesan,” pungkasnya. (awi/ian)






