Ngawi (beritajatim.com) – Harga minyak goreng curah yang kini harus sesuai harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah pusat itu hilang dari pasaran. Salah satunya di Ngawi, Jawa Timur pasokan minyak goreng curah minim sehingga jadi barang langka. Padahal masyarakat membutuhkan.
Salah satu pedagang Giat Supono mengungkapkan kalau dirinya terpaksa menuliskan minyak curah kosong di depan tokonya. Lantaran, saat ini pasokan minyak goreng dari pemasok langganannya berkurang drastis. Pun, perlu menunggu selama lima hari sebelum stok dikirim.

”Sebelumnya kami dapat kiriman maksimal 200 drum tap minggunya. Per drum isinya 180 kilogram minyak goreng curah. Sekarang kami hanya dapat jatah 40 drum saja. Hanya dikirim hari Jumat Sabtu, kadang tak pasti bisa dikirim kapan,” ujar Giat saat petugas gabungan Polres Ngawi dan Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja Ngawi berkunjung ke tokonya, Rabu (23/3/2022).

Terakhir, minyak goreng curah tersedia pada 14 Maret 2022. Setelah itu, mulai berkurang dan stok terbatas. Terakhir, dirinya menjual seharga Rp 16.000 per kilogram atau per liternya. Menurutnya, dirinya hanya bisa pasrah terhadap ketersediaan stok. Meski banyak pembeli yang mengantre.
[berita-terkait number=”4″ tag=”minyak-goreng”]
”Saat ini hanya bisa pesan saja. Ini banyak jerigen yang antri di toko kami. Tapi masih menunggu beberapa hari sampai pasokan minyak datang,” kata Giat.
Terpisah, Sri Dita, salah satu pedagang di Pasar Besar Ngawi mengungkapkan kalau selama sepekan ini minyak goreng curah langka di pasar. Saat ini yang tersedia hanya minyak goreng kemasan saja dengan harga di kisaran Rp 23.000 hingga Rp 25.000. ”Minyak curah langka. Semua pedagang hampir gak punya jualan itu. Banyak yang cari, pas ditawari minyak goreng kemasan jarang yang mau beli,” katanya. [fat/but]






