Ponorogo (beritajatim.com) – MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri) 6 Ponorogo turut terdampak banjir. Akibatnya, para siswa terpaksa diminta belajar di rumah.
Banjir di Kabupaten Ponorogo juga menggenangi sekolah yang berada di Kelurahan Paju Kecamatan Ponorogo kota. Madrasah tersebut memang menjadi langganan banjir dari luapan air sungai.
Bahkan, dalam kurun waktu kurang dari sepekan, MIN 6 Ponorogo sudah dua kali terendam banjir. Alhasil, siswa-siswinya pun terpaksa diliburkan demi keselamatan.
“Belum genap seminggu sudah dua kali MIN 6 Ponorogo terendam banjir,” kata salah satu guru di MIN 6 Ponorogo, Kabul, Rabu (15/2/2023).
Banjir yang pertama terjadi pada tanggal 11 Februari lalu. Kemudian hujan deras pada Selasa (14/2/2023) malam kembali membuat madrasah itu tergenang dengan ketinggian air di kisaran 50 hingga 80 centimeter.
“Sudah dua kali belum genap seminggu. Tetapi banjir paling besar ya terjadi pada 2007 lalu,” ungkapnya.
Kabul menyebutkan, di MIN 6 Ponorogo ada 9 ruang yang terendam. Baik itu ruang kelas maupun ruang guru.
Memprediksi bakal kebanjiran lagi, dia dan para guru lain sudah mengamankan berkas-berkas yang ada di madrasah. Juga mengamankan barang-barang elektronik ke tempat yang lebih tinggi.
“Pukul 23.00 WIB tadi malam, banjir sudah mulai menggenangi luar kelas. Nah, pukul 02.00 WIB dinihari, air mulai masuk ruang kelas,” katanya.
Banjir yang menggenangi MIN 6 Ponorogo akibat hujan deras yang melanda Kabupaten Ponorogo sepanjang Selasa malam. Selain itu, juga naiknya debit air di Sungai Pengkol.
Tidak hanya madrasah, air juga menggenangi rumah warga dan sawah-sawah yang berdekatan dengan aliran Sungai Pengkol tersebut. [end/beq]






