Surabaya (beritajatim.com) – Setiap orang memiliki sifat dan karakter yang berbeda, ada yang senang berada di keramaian sembari bersosialisasi, namun ada juga yang sebaliknya. Beberapa orang merasa malu bahkan tidak nyaman ketika banyak orang disekelilingnya, alhasil mereka cenderung menghindar karena lebih suka sendirian.
Karakter pemalu ini sebenarnya adalah hal yang wajar, namun menjadi tidak wajar saat sudah terasa berlebihan sehingga berdampak negatif pada diri sendiri. Rasa cemas yang tak lazim ini bisa menjadi gejala seseorang yang mengidap Avoidant Personality Disorder (AVDP) atau gangguan kepribadian menghindar.
Seperti namanya, seseorang yang memiliki gangguan ini akan sering menghindari interaksi sosial dengan orang lain. Berbeda dengan sifat pemalu pada umumnya, penderita bisa merasa malu, cemas, dan takut yang berlebihan terhadap penolakan orang lain. Akibatnya, mereka sulit untuk menjalin hubungan dekat dengan siapapun, teman, pasangan, bahkan keluarga.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kesehatan”]
Penyebab dari gangguan ini masih belum bisa diketahui secara pasti, namun beberapa faktor genetis atau keturunan diduga bisa mempengaruhi. Selain itu, rasa trauma akan masa lalu juga bisa menjadi penyebab timbulnya AVPD. Seperti seseorang yang mengalami pelecehan seksual, masa kecil yang tidak bahagia, dan kurangnya kasih sayang serta perhatian dari orang sekitar.
Beberapa gejala yang bisa dirasakan oleh penderita AVPD antara lain:
· Sering merasa cemas
· Sulit menerima kritik dan mudah tersinggung
· Menghindari acara sosial
· Selalu berpikiran negatif akan banyak hal
· Anhedonia atau tidak berhasrat dalam beraktivitas
· Sulit mengambil keputusan
· Kerap memandang dirinya rendah
· Menghindari mencoba hal baru karena tidak mau mengambil resiko
· Menghindari konflik dan berusaha menuruti apa kata orang lain
· Tak mudah percaya pada orang lain
Gangguan kepribadian menghindari ini bisa dialami wanita maupun pria. Gejalanya mungkin terlihat sejak masa kanak – kanak, namun belum bisa didiagnosa secara pasti kecuali ia sudah berusia 18 tahun. Ini karena dokter atau psikolog perlu menganalisa pola perilaku akibat gangguan ini.
Sifat pemalu mungkin bisa diubah seiring berjalan waktunya. Namun gangguan kepribadian menghindar akan selalu melekat meski sang penderita ingin mencoba untuk merubah dirinya sendiri. Oleh karena itu, tidak semua orang yang memiliki gejala di atas dapat diartikan jika ia menderita AVPD. Perlu pemeriksaan lebih lanjut yang dilakukan oleh sang ahli untuk mencari masalah apa yang terjadi dalam diri kita.
Jika seseorang benar didiagnosa memiliki AVPD, maka hal ini bisa diatasi dengan psikoterapi. Beberapa jenis obat juga ikut diresepkan oleh dokter bergantung seperti apa kasus yang dialami. (mnd/nap)






