Surabaya (beritajatim.com) – Peranan organisasi yang memiliki komitmen terhadap pembangunan bangsa dan agama, Muhammadiyah serta Nasyiatul Aisyiyah merupakan salah satu pelopor dan teladan dalam membentuk sikap gotong royong yang luar biasa.
Hal ini dikatakan Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024, Emil Elestianto Dardak yang secara khusus menghadiri Resepsi Milad ke-96 Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur yang diselenggarakan di GOR Sport Center Kabupaten Lamongan, Sabtu (6/7/2024).
“Alhamdulillah, ini saya bisa menjadi bagian dari acara yang diselenggarakan Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur. Saya diminta hadir mewakili Ibunda Khofifah Indar Parawansa sebagai wujud cinta kami kepada panjenengan semua yang telah menjadi mitra luar biasa selama 5 tahun kami bertugas di Jawa Timur,” kata Emil.
Suami Arumi Bachsin tersebut menuturkan, bahwa gerakan Muhammadiyah termasuk Nasyiatul Aisyiyah yang berada didalamnya telah memberikan sumbangsih di berbagai bidang kehidupan bermasyarakat bahkan amal usaha untuk pemberdayaan ekonomi umat.
“Disanalah kader dari Nasyiatul Aisyiyah berada di garda terdepan untuk bisa memperjuangkan nilai-nilai mulia tersebut dengan semangat gotong royong” ucap Emil.
Dalam kesempatan tersebut, Emil tersebut menyampaikan terkait pentingnya juga memiliki investasi terhadap pembangunan sumber daya manusia selain pembangunan fisik. Jika diiringi dengan semangat gotong royong, kedua hal tersebut akan memberikan dampak positif bagi pembangunan bangsa.
Pasalnya, jika menilik anggaran pemerintah hanya menyumbang 5 persen dari roda perekonomian di Jawa Timur, dan yang menggerakkan lebih besar adalah konsumsi rumah tangga sebesar 60 persen dan 28 persennya adalah investasi.
“Bangsa kita tidak hanya dibangun dengan beton dan baja saja, tapi dengan pengabdian para kader-kader kesehatan yang mengabdi di desa-desa, pengabdian para guru di pelosok desa, pegunungan bahkan pesisir, mereka harus kita sejahterakan, berikan perhatian dan komitmen kita bersama,” kata Emil.
Lebih lanjut, dalam kaitan mengenai konsep gotong royong, Emil mengatakan bahwa Jawa Timur mengalami penurunan tingkat kemiskinan tertinggi di pulau Jawa atas kerja keras semua pihak.
Jawa Timur menyumbang hampir sepertiga dari penurunan kemiskinan Nasional. Dalam periode survey terakhir hingga Maret 2024, pengentasan kemiskinan di Jatim mencapai angka sebesar 206.120 jiwa. “Dengan semangat gotong royong dan berjuang bersama dapat mencapai angka penurunan yang baik ini,” kata Emil.
Di depan ribuan kader Nasyiatul Aisyiyah yang hadir, Emil juga menggambarkan betapa pentingnya untuk menyesuaikan cara berjuang dan berperan dalam pembangunan secara adaptif dan progresif di era disrupsi ini.
Kemampuan digital seperti pemahaman akan penggunaan artificial intelegent (AI) perlu ditanamkan agar dapat menggunakannya secara baik dan efektif.
“Kita lihat contoh kecil penggunaan AI seperti filter di medsos, trus ada yang nyanyi menggunakan suara tokoh bahkan sampai ada yang dapat memudahkan pekerjaan kita, ini kita harus antisipasi dan perlu dipahami bahwa orang yanh tidak tau cara menggunakan AI akan tergusur oleh orang yang mampu memahami AI dengan seksama,” ungkap Emil.
“Dengan semangat gotong royong, saya ingin mengajak dalam.kapasitas apapun yang saya pegang dan dengan kemitraan dengan semua, mari kita mulai menggagas program pemberdayaan AI untuk para kader Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur agar kita sama-sama memahami makna dari kecerdasan buatan,” pungkasnya. [tok/suf]






