Ponorogo (beritajatim.com) – Meski Ponorogo sudah diguyur hujan dalam 2 hari terakhir, kekeringan belum teratasi sepenuhnya. BPBD Ponorogo masih menyalurkan air bersih ke belasan dusun di 6 kecamatan.
Malahan, ada tambahan permintaan air bersih di Dusun Joso, Desa Wates, Kecamatan Slahung. Di dusun tersebut, jumlah warga terdampak kekeringan meningkat dari 25 KK menjadi 145 KK.
“Hujan yang mengguyur Ponorogo pada hari Minggu dan Senin kemarin belum berdampak. Droping air bersih masih dilakukan BPBD Ponorogo setiap hatinya. Malah ada penambahan permintaan air bersih di Dusun Joso Desa Wates Kecamatan Slahung. Awalnya hanya 25 KK yang terdampak, kini meningkat menjadi 145 KK,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo Masun, Selasa (24/10/2023).
BACA JUGA:
Pekan Kreatif Ponorogo Dimulai, Ini Jadwal Lengkapnya
Masun menjelaskan bahwa hujan yang turun beberapa hari terakhir ini, masih dianggap sebagai masa transisi dari musim kemarau ke musim penghujan. Hal tersebut diungkapkan Masun, berdasarkan rilis terakhir yang dikeluarkan oleh BMKG tertanggal 08 Oktober 2023. perkiraan hujan di Kabupaten Ponorogo bakal terjadi di minggu kedua November 2023 mendatang.
“Hujan yang sekarang ini dianggap masih dalam masa transisi, sehingga belum berdampak pada sumber air yang ada di tanah Ponorogo,” kata Mantan Kepala Dinas Pertanian tersebut.
BACA JUGA:
Polres Ponorogo Kirim 3 Sampel DNA Bayi Dibuang ke Labfor
Bahkan informasi terakhir, afa permintaan perluasan droping air di Dusun Joso Desa Wates Kecamatan Slahung Ponorogo. Ada 2 RT yang terdampak kekeringan, sehingga membutuhkan droping air bersih ke wilayah tersebut. Jika semula hanya 25 KK, kini masyarakat yang terdampak di Dusun Joso diperkirakan mencapai 145 KK.
“Ini artinya hujan yang terjadi beberapa hari ini, riilnya belum bisa untuk menambah sumber air. Sehingga kita masih melakukan droping air bersih,” pungkasnya. [end/beq]






