Ngawi (beritajatim.com) – Usai petugas Damkar Ngawi selesai melakukan pemadaman dan pembasahan bagian Pasar Gentong yang terbakar, warga kemudian berdatangan mengambil sejumlah barang dagangan yang tersisa, Rabu (07/08/2024).
Sejumlah warga mengambil sisa barang dagangan yang masih selamat, mulai sabun cuci, kopi sacher dan minyak goreng. Mereka tetap nekat meski sudah dilarang oleh polisi. Sebagian pedagang pun segera menyelamatkan barang dagangan yang masih bisa diselamatkan sebelum habis dijarah warga.
”Saya ambil punya bos saya ini. Kalau besok keburu habis diambili warga. Ini yang selamat cuma uang koin. Lumayan buat kembalian,” ungkap Siska, salah seorang karyawan pedagang di Pasar Gentong.
Tak hanya Siska, Anis Solikah juga segera mengais barang-barang yang masih diselamatkan. Dia mengaku. lima kios miliknya sudah hangus terbakar. Berikut dengan barang dagangan yang juga tak bisa diselamatkannya.
”Saya ke sini mencoba selamatkan barang dagangan. eh ternyata sudah banyak orang yang ambil, di kios lain juga banyak. Saya jualan alat rumah tangga. Lima kios habis. Saya rugi sampai Rp100 juta,” terang Anis.
Sementara itu, pihak kepolisian kemudian melakukan olah TKP di lokasi. Bersama Tim Inafis mereka menyisir lokasi api muncul pertama kali. ”Kami melakukan olah TKP. Kami menduga jika api muncul karena korsleting listrik di salah satu kios. Kemudian, menjalar karena banyaknya barang yang mudah terbakar,” kata Kapolsek Paron AKP Budianto.
Selain melakukan olah TKP, pihaknya juga mengerahkan sejumlah anggotanya untuk mengamankan lokasi kejadian. Lantaran, banyak warga yang mencoba menjarah barang-barang dagangan milik para penjual yang masih bisa diselamatkan.
”Kami kerahkan sejumlah anggota untuk bersiaga di lokasi untuk mengamankan lokasi dari sejumlah warga yang mencoba menjarah barang dagangan milik penjual pasar ya. Kami mengimbau masyarakat untuk menjauh dari lokasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Budianto.
Pihaknya mengonfirmasi jika tak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian itu, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta. [fiq/ian]






