Surabaya (beritajatim.com) – Jatuh cinta adalah perasaan yang membahagiakan, memiliki seseorang yang tersimpan di hati, membuat jantung kita seolah berdegup kencang. Terlebih ketika cinta kita tidak bertepuk sebelah seseorang, mengetahui ada seseorang memiliki perasaan yang sama, dipuja, dan dicintai mungkin adalah hal terindah dalam hidup.
Namun, ketika kalian merasakan hal tersebut, apakah kalian yakin bahwa perasaan si dia benar – benar fakta? Atau jangan – jangan delusi kalian semata? Karena jika hal itu hanyalah angan – angan kalian, bisa jadi kalian memiliki tanda erotomania syndrome. Lantas, apa itu sindrom erotomania? Simak ulasannya berikut.
Apa itu Erotomania Syndrome?
Erotomania adalah gangguan psikologis yang membuat seseorang percaya atau sangat yakin bahwa ada orang yang sedang jatuh cinta kepadanya pada hal tersebut tidak benar. Penyakit mental yang langka ini juga punya sebutan lain, yakni De Clérambault syndrome.
Uniknya, penderita masalah kejiwaan ini terkadang merasa dicintai oleh orang yang bahkan tidak kenal dengannya atau tidak pernah ia temui sebelumnya. Seperti oleh seseorang yang terkenal, artis, ataupun penyanyi populer. Hanya dengan berkhayal, mendengar berita, atau melihat media sosial milik seseorang saja sudah cukup untuk memicu munculnya gangguan delusi erotomania.
Kebanyakan yang memiliki gangguan mental ini adalah wanita, dengan ciri – ciri yang khas. Mulai dari penampilan yang kurang menarik, tidak suka bersosialisasi, suka menyendiri dan jarang melakukan kontak seksual.
Sebaliknya, sang pujaan hati adalah golongan orang – orang terpandang, terkenal, atau memiliki kedudukan sosial yang tinggi. Lebih parah lagi, orang asing pun masuk dalam daftar orang yang dianggap mencintai mereka. Meski lebih banyak dialami oleh wanita, bukan tidak mungkin penderita datang dari kaum pria.
Gejala Erotomania Syndrome
Merasa ada seseorang yang menyukai kita juga sebenarnya adalah hal yang wajar, asal hal tersebut masih rasional dan tidak membuat kita melakukan hal yang membahayakan. Beberapa tanda yang menunjukkan seseorang menderita erotomania syndrome antara lain:
· Merasa seseorang mencintainya dan berhasrat pada dirinya
· Merasa diinginkan dan didekati terlebih dahulu
· Hal wajar yang dilakukan oleh pujaan hati dianggap sebagai bentuk pengungkapan cinta pada dirinya
· Memiliki banyak alasan yang tidak masuk akal bahwa benar sang pujaan hati mencintai dirinya
· Kondisi tidak hanya berlangsung saat tapi dalam jangka waktu panjang
· Tidak bergairah dalam melakukan aktivitas lain karena fokus pada pujaan hati
· Sering membicarakan kebohongan tentang seseorang yang dianggap mencintainya, ini dilakukan agar orang lain percaya padanya
· Kesulitan untuk tidur
Apabila sudah parah, penderita sindrom ini bisa melakukan hal – hal yang agresif dan membahayakan. Seperti memantau media sosial, menguntit dan mengikuti aktivitas sang pujaan hati, mencari informasi baik lewat internet maupun orang lain, mengirim surat atau hadiah, bahkan lebih membahayakan lagi yakni nekat melakukan kekerasan atau pelecehan seksual. Delusi ini tentu tidak hanya merugikan penderita namun juga korban.
Penyebab Erotomania Syndrome
Sampai saat ini, para ahli belum mengetahui penyebab pasti dari gangguan mental satu ini. Namun, pada kebanyakan kasus, erotomania kerap dikaitkan dengan gangguan mental yang lain. Yakni seseorang yang mengalami gangguan bipolar, dimana mereka memiliki perubahan suasana hati yang ekstrem. Terkadang mengalami episode hipomania, depresi, dan mania.
Cara menangani
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, sindrom ini dapat membuat seseorang melakukan hal yang berbahaya dan berurusan dengan aparat hukum. Sehingga, apabila tanda – tanda di atas sudah muncul dan semakin lama semakin mengganggu, salah satu hal yang bisa dilakukan adalah segera melakukan pengobatan.
Pergi ke dokter ahli kejiwaan agar mendapat penanganan yang tepat rasannya adalah cara terbaik, agar dampak buruk yang bisa saja terjadi kedepannya juga dapat segera dicegah.
Perlu diingat bahwa mencintai seseorang tidak perlu berlebihan, jangan sampai merugikan diri sendiri dan orang yang kalian cintai. Alih – alih mendekat, bisa jadi si doi akan semakin menjauh dari kalian. (mnd/ian)






