Malang (beritajatim.com) – Arema FC menyerah atas tim tamu Borneo FC. Singo Edan dipecundangi oleh Pesut Etam dengan skor 1 – 3 dalam laga lanjutan Super League yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (26/10/2025).
4 gol yang tercipta di laga ini dicetak oleh sebiji gol dari Arema FC yakni Dalberto dimenit ke 90+7 lewat titik putih. Serta 3 gol Borneo FC dicetak oleh Mariano Peralta dimenit ke 3, Douglas Coutinho dimenit ke 79 serta Juan Villa dimenit ke 90 + 11.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos menyebut gol cepat Mariano Peralta dimenit ke 3 merusak strategi yang sudah dia siapkan. Terlebih dilaga ini Arema FC kehilangan Julian Guevara dan Bayu Setiawan akibat kartu merah. Situasi ini membuat kondisi tim semakin kacau di tengah situasi mencoba bangkit.
“Gol cepat Borneo FC membuat taktik yang disiapkan rusak. Di babak kedua Arema berusaha membalas, namun pemain banyak menerima kartu kuning dan ada yang kartu merah ini yang membuat sulit karena habis bermain kehilangan pemain akibat dua kartu merah,” ujar Marcos.
Pelatih asal Brasil itu pun meminta maaf kepada Aremania dan Aremanita karena meraih kekalahan di rumah sendiri.
“Tapi saya tetap menguji semangat bertanding para pemain. Saya meminta maaf kepada Aremania baik yang nonton di rumah maupun yang datang di stadion,” tambahnya.
Pemain Arema FC, M Blade juga sependapat dengan Marcos bahwa gol cepat Borneo FC meruntuhkan taktik yang mereka mainkan. Dalam kondisi sulit Singo Edan mencoba bangkit. Namun, Borneo FC terlalu kuat sehingga mereka tidak bisa mengejar ketertinggalan.
“.emang benar gol cepat membuat taktik buyar. Tetapi pemain tidak menyerah Paman terus berjuang memberikan yang terbaik. Tapi memang sayang saat kita bangkit kita mendapat dua kartu merah. Kita berusaha mengejar ketertinggalan tapi Borneo merupakan tim yang kuat,” ujar Blade. (luc/but)






