Tana Toraja (beritajatim.com)– Di tengah duka mendalam akibat bencana tanah longsor di Palangka, Kelurahan Manggau, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, kehadiran Menteri Sosial Tri Rismaharini (Mensos Risma) membawa secercah harapan bagi para korban. Kunjungannya ke rumah duka korban meninggal dunia dan dialognya dengan para ahli waris menunjukkan kepeduliannya yang mendalam.
Kehilangan dan Harapan Baru
Ryan, remaja berusia 15 tahun, kehilangan kedua orang tuanya dalam tragedi longsor yang merenggut 20 nyawa. Adik bungsunya pun turut menjadi korban luka dan masih terbaring di rumah sakit. Di tengah kesedihannya, Ryan mengungkapkan keinginannya kepada Mensos Risma untuk mendapatkan bantuan ternak babi.
Meliana Sombor, korban lainnya yang kehilangan suami dan anak keduanya, juga merasakan kepedulian Mensos Risma. Meskipun kehilangan rumah dan ladang, Meliana tetap tegar membesarkan tiga anaknya. Ia pun menyampaikan kepada Mensos Risma tentang kebutuhan pendidikan untuk anak pertamanya yang tidak bisa melanjutkan studinya di Manado karena harus merawat adiknya yang masih bayi.
Solusi yang Tepat Sasaran
Mensos Risma memahami kebutuhan dan kondisi para korban. Ia menawarkan berbagai opsi untuk membantu mereka, termasuk tinggal di Sentra Kemensos di Manado atau Makassar. Namun, Ryan dan Meliana memilih untuk tetap tinggal di Makale dan membutuhkan bantuan yang lebih sesuai dengan kondisi mereka.
Memahami hal tersebut, Mensos Risma pun tak ragu untuk menawarkan solusi yang tepat sasaran. Ia berjanji untuk membantu Ryan mendapatkan ternak babi dan Meliana mendapatkan bantuan pendidikan untuk anaknya. Selain itu, Mensos Risma juga memberikan santunan kepada para ahli waris korban meninggal dan korban luka.
Kepedulian dan Dukungan Berkelanjutan
Kunjungan Mensos Risma ke Tana Toraja merupakan bukti nyata komitmennya dalam membantu para korban bencana. Ia tidak hanya memberikan bantuan darurat, tetapi juga memikirkan solusi jangka panjang untuk membantu mereka bangkit kembali dari tragedi ini.
Kisah Ryan dan Meliana menunjukkan bahwa Mensos Risma selalu berusaha memahami kebutuhan dan kondisi para korban, dan memberikan bantuan yang tepat sasaran. Upaya ini diharapkan dapat memberikan harapan baru bagi para korban untuk menjalani kehidupan mereka di masa depan. [aje]






