Surabaya (beritajatim.com) – Sektor otomotif harus mendapatkan perhatian khusus, sebab ada 21 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat dan lebih, dengan kapasitas produksi 35 juta unit per tahun. Dan ada 319 ribu perusahaan komponen kendaraan yang juga berkembang.
Hal ini diungkap oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, saat membuka GIIAS Surabaya 2021, Kamis (9/12/2021).
“Dan di situ telah menyerap 1,5 juta pekerja langsung, dan puluhan juta pekerja tak langsung, dan menyerap investasi hingga Rp150 triliun,” beber Agus.
Industri otomotif memiliki potensi besar bagi kemajuan perekonomian nasional. Agus juga berjanji akan mengusulkan pemberian subsidi PPnBM 0 persen secara permanen terhadap produk otomotif. Namun ada syaratnya, yakni industri harus mampu memproduksi kendaraan dengan konten lokal minimal sebesar 80 persen.
“Dalam pemberian PPnBM 0 persen tahun ini memang syaratnya adalah produk dengan content local minimal 60 persen. Nah, saya akan mengusulkan dan akan memperjuangkan agar ada aturan PPnBM 0 persen secara permanen, tetapi syaratnya komponen lokal harus 80 persen,” ujarnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”GIIAS”]
Agus menegaskan selama pemberian PPnBM kendaraan bermotor 0 persen di sepanjang 2021, industri otomotif cukup menikmati stimulus tersebut sehingga mampu mencatatkan pertumbuhan penjualan hingga 64 persen. Implementasi subsidi PPnBM kendaraan ini terbukti mampu memberi dampak yang sangat baik dan positf.
Di tengah kondisi pandemi yang cukup menekan ekonomi terutama pada Juni – Juli saat ada varian Delta, sektor industri pengolahan mengalami pertumbuhan 36 persen tahun ini. Industri alat angkutan melaju dengan pertumbuhan tumbuhnya naik signifikan 27,8 persen.
Begitu pula sektor otomotif yang menjadi salah satu sektor paling terpukul di awal pandemi, tetapi sekarang mengalami pertumbuhan sampai 64 persen.
Aktivitas produksi kendaraan bermotor membutuhkan dukungan tenaga kerja yang tidak sedikit, baik untuk pabrikan otomotif itu sendiri maupun sektor pendukung lainnya.
Kontribusi sektor otomotif di Provinsi Jawa Timur sangat terasa pada penerimaan Pajak Daerah, dimana rata-rata kontribusinya dalam lima tahun terakhir mencapai 58 persen dari penerimaan Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2021 ini para pemegang merk kendaraan bermotor melalui asosiasi seperti Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (GAIKINDO) menatap proyeksi penjualan cukup optimis dengan nilai mencapai diatas 800 ribu unit kendaraan Roda 4.
Adapun market share Jawa Timur sendiri pada tahun 2021 sebesar 9,13 persen dari proyeksi penjualan GAIKINDO untuk jenis Roda 4.
“Hal ini berarti bahwa Provinsi Jawa Timur merupakan wilayah penting dalam distribusi kendaraan baru nasional dan termasuk dalam kelompok 3 besar Provinsi yang banyak menyerap kendaraan bermotor baru. Optimisme para pelaku usaha sektor otomotif tersebut mendapatkan dukungan yang sangat besar dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui berbagai paket kebijakan,” jelasnya.
Ketua Umum GAIKINDO, Yohannes Nangoi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pemerintah RI, khususnya dibawah arahan Kementerian Perindustrian, dengan dukungan penuh GIIAS Surabaya dapat kembali terlaksana diakhir tahun 2021.
”Penyelenggaraan GIIAS Surabaya pada tahun ini diharapkan menjadi dorongan yang fokus untuk pemerataan pertumbuhan industri otomotif khususnya didaerah Jawa Timur,” tandas Nangoi.[rea]






