Banyuwangi (beritajatim.com) – Masjid umumnya dibangun megah di atas tanah dengan beragam arsitektur yang menarik. Tapi, apa jadinya jika sebuah di Banyuwangi ini justru dibangun di dalam kedalaman atau di bawah tanah.
Ya, di Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore bisa menemukan fenomena ini. Masjid di bawah tanah terbangun megah lengkap dengan ornamen masjid pada umumnya. Adalah Muhammad Taufan sang inisiator pendiri masjid bawah tanah ini. Setelah bangunan selesai, masjid ini diberi nama Masjid Sidrotul Muntaha.
Taufan dalam sebuah perbincangan bercerita awal mula pendirian masjid ini. Pertama kali, masjid ini mulai dibangun pada 2018 silam. Mulanya, lahan tempat bangunan masjid tersebut merupakan bekas kolam ikan. Kemudian, terbesit keinginan menjadikannya bangunan ibadah yang kini banyak dikunjungi warga ini.
Kesan unik nampak saat pertama kali menginjakkan kaki di depan pintu masuk Masjid Sidratul Muntaha atau lebih dikenal dengan masjid bawah tanah ini. Saat berada di lorong utama masjid, terasa sejuk khas suasana di bawah tanah.
Makin menarik saat memasuki bangunan inti masjid ini. Barisan ornamen yang kental dengan tatanan batu kali menghiasi dinding masjid. Sepanjang mata memandang, terlihat 60 pilar penyangga sebagai pilar inti penopang atap beton masjid.
Awalnya, banyak warga tak menyangka jika lahan yang sempat terbengkalai ini menjadi sebuah masjid. Bahkan warga mengira, lokasi tersebut akan dijadikan pusat perbelanjaan. “Ya, tetangga sekitar memang tak mengetahui awal pembangunan masjid ini,” ungkap Muhamad Taufan.
Kala itu, kata Taufan, proses pembangunan dilakukan oleh sekitar 20 pekerja. Bahkan, masjid dibangun secara mandiri dengan menelan biaya hingga Rp 4 Miliar. “Bangunan masjid ini sejajar dengan aliran sungai dusun setempat yang menambah kesan sejuk dari masjid,” ujarnya.
Pembangunan masjid bawah tanah ini tentunya tak sembarangan. Karena, ada filosofi yang tersimpan dalam kisah bangunannya. “Masjid ini bisa jadi jujugan masyarakat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Karena makna filosofis dari masjid ini sebagai tempat mengingat bahwa manusia akan kembali ke tanah,” pungkasnya. (rin/kun)






