Surabaya (beritajatim.com) – Sutan Syahrir merupakan salah satu tokoh berpengaruh yang membuat proklamasi kemerdekaan Indonesia dapat terlaksana.
Hari ini, 57 tahun yang lalu, tepatnya pada 9 April 1966 merupakan hari di mana Sutan Syahrir menghembuskan nafas terakhirnya.
Meski begitu, nama Sutan Syahrir terus terkenang, hingga dihadiahi tanda sebagai Pahlawan Nasional Indonesia oleh Pemerintah. Berikut 5 jasa Sutan Syahrir yang paling berpengaruh untuk Indonesia.
1. Mengetahui kabar kekalahan Jepang
Sutan Syahrir menjadi orang pertama yang mengetahui berita kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II. Pada 15 Agustus 1945, Jepang memang menyatakan kalah kepada sekutu, namun berita itu sangat dirahasiakan. Akan tetapi Sutan Syahrir berhasil mendengarnya melalui saluran radio yang saat itu dilarang.
Langsung saja Sutan Syahrir memberitahu Chairil Anwar dan menyebarluaskan berita tersebut kepada para pemuda pro- kemerdekaan. Dengan tujuan, ini bisa menjadi satu kesempatan untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
BACA JUGA: Biografi Singkat Sutan Sjahrir, Perdana Menteri Pertama Indonesia
2. Menculik Soekarno dan Hatta
Masih ingat dengan kisah penculikan Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok? Sutan Syahrir adalah salah satu orang yang memiliki ide tersebut. Ia dan pemuda – pemuda lainnya mendesak Soekarno dan Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan, sayangnya permintaan tersebut ditolak lantaran keduanya ingin proklamasi dilakukan oleh PPKI.
Oleh karena itulah Sutan Syahrir dan golongan muda lainnya mengasingkan Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok agar dapat dijauhkan dari pengaruh Jepang. Tidak hanya itu, selama pengasingan mereka juga mendesak agar proklamasi dilaksanakan selambat – lambatnya tanggal 17 Agustus 1945.
3. Perdana Menteri Pertama Indonesia
Sutan Syahrir menjabat sebagai perdana menteri pertama Indonesia ketika baru merdeka pada tahun 1945. Ia melangsungkan jabatan perdana menterinya pada Kabinet Syahrir I (14 November 1945 – 12 Maret 1946), Kabinet Syahrir II (12 Maret 1946 – 2 Oktober 1946), dan Kabinet Syahrir III (2 Oktober 1946 – 3 Juli 1947).
4. The Smiling Diplomat
Pasca proklamasi kemerdekaan, Sutan Syahrir dikenal sebagai ujung tombak perjuangan diplomasi Indonesia. Dirinya mendapat julukan tersebut karena kontribusinya yang sangat besar terhadap keberhasilan perjuangan diplomasi Indonesia di dunia Internasional.
Salah satunya ia mewakili Indonesia di PBB untuk mendesak Belanda agar mengakui kemerdekaan Indonesia. Ia berpidato mengenai kedaultan Indonesia dan perjuangan bangsa merebut kemerdekaan. Karena itulah Syahrir dikenal sebagai diplomat muda yang ulung, bahkan beberapa wartawan menjulukinya sebagai “The Smiling Diplomat”.
BACA JUGA: Revolusi Kerakyatan dalam ‘Perjuangan Kita’ Sutan Sjahrir
5. Diplomasi Beras
Tercatat dalam buku Sejarah Indonesia Modern: 1200-2004 (2005) karya M.C.Ricklefs, bahwa kepiawaian Sutan Syahrir dalam berdiplomasi memang diakui hingga kancah internasional. Salah satunya adalah kebijakannya dalam Diplomasi Beras ke India pada Mei 1946.
Melalui Diplomasi Beras, Sutan Syahrir dapat melampaui blokade ekonomi Belanda dan menarik simpati masyarakat India terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia. Hal ini pula yang membuat pemerintah India mau mengakui kemerdekaan Indonesia serta mengadakan Konferensi Hubungan Asia di New Delhi.
Meski telah tiada berpuluh `- puluh tahun lamanya, jasa Sutan Syahrir akan selalu terkenang sebagai pengingat bagaimana Indonesia bisa merdeka hingga saat ini. (mnd/nap)






