Surabaya (beritajatim.com) – Siapa yang tak mengenal Kahlil Gibran? Seorang penyair besar di dunia yang lahir di Lebanon pada 6 Januari 1883. Semasa hidupnya, Gibran dikenal sebagai seorang seniman pemberontak sastra dan politik. Ia telah melahirkan puluhan karya sastra yang luar biasa.
Namanya mulai dikenal oleh masyarakat sejak ia menerbitkan buku The Prophet pada 1923. Awalnya, sebagian besar tulisan-tulisan Gibran menggunakan bahasa Arab, namun pada 1918 akhirnya berhasil diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Selain itu, pria yang selalu menghasilkan tulisan-tulisan indah ini juga dikenal sebagai seorang pelukis dengan gaya romantis dan simbiolis.
Gibran menghembuskan nafas terakhirnya pada 10 April 1931, tepatnya di rumah sakit di St. Vincent’s Hospital, New York. Wafat di usia 48 tahun, dikabarkan bahwa Gibran menderita sirosis hati dan TBC.
Untuk mengenang hari ulang tahunnya, berikut ini adalah karya-karya besar milik Kahlil Gibran, baik buku maupun puisi indahnya.
1. Sayap-Sayap Patah
Buku ini diterbitkan dalam bahasa Arab dan dianggap sebagai otobiografi dari Kahlil Gibran sendiri. Sayap-Sayap Patah mengisahkan cinta sepasang kekasih yang berakhir tragis namun romantis. Tak hanya itu, di dalamnya juga terselip polemik sosial yang berkaitan dengan nasib perempuan, penindasan, ketidakadilan sampai dengan korupsi di Lebanon.
“Hidupku dalam keadaan koma, kosong seperti hidup Adam di Surga, ketika aku melihat Selma berdiri di hadapanku seperti berkas cahaya. Perempuan itu adalah Hawa hatiku yang memenuhinya dengan rahasia dan keajaiban dan membuatku paham akan makna hidup”.
2. The Prophet
The Prophet atau Sang Nabi menjadi salah satu karya Gibran yang juga mendunia. Bahkan kini dapat ditemui dengan judul Almustafa. Buku ini telah diterjemahkan dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia yang diterjemahkan oleh Sapardi Djoko Damono.
Kisahnya tentang perjalanan spiritual Hajjar Gibran yang terpuruk atas kematian kakaknya. Meski sudah kembali bangkit, hidup tetaplah sulit dan penuh rintangan, pernikahannya berujung kandas. Untunglah Sang Nabi – Mustafa, selalu menemaninya dan memberinya nasihat.
[berita-terkait number=”4″ tag=”sastra”]
Pada 2015 lalu, The Prophet telah diadaptasi ke dalam film animasi yang diberi judul Kahlil Gibran’s The Prophet. Meski terkenal sebagai pribadi yang romantis, ironisnya Gibran tidak pernah menikah. Sebelum Sang Nabi diterbitkan, Gibran diketahui dekat dengan Mary Elizabeth Haskell yang merupakan seorang kepala sekolah yang berusia 10 tahun lebih tua darinya.
Namun cinta mereka tak berhasil dan harus kandas. Mary pun menikah dengan pria lain yang merupakan seorang pengusaha. Siapa sangka jika kegagalan kisah cinta mereka justru menjadi inspirasi buku-buku Gibran selanjutnya.
3. Puisi Cinta: Kesatuan
Salah satu puisi cinta karya Gibran ini mungkin hanya memiliki beberapa kata, namun maknanya sangat mendalam hingga bisa dipastikan kalian akan terbawa perasaan.
Suatu hari engkau bertanya kepadaku, manakah yang lebih penting bagimu hidupku atau hidupmu?
Aku berkata, hidupku
lalu engkau pergi tinggalkan aku,
Tanpa kau tahu
Engkaulah sejatinya hidupku itu
4. Bayang
Masih pada puisi buatan sang maestro. Puisi seolah mampu menggambarkan perasaan sedih kehilangan, namun tetap setia menunggu meski tau bahwa orang tersebut tak akan kembali. Bagai bayangan, kita akan terus mengikuti kemanapun orang yang kita sayang pergi meskipun tak terlihat.
Setiap langkah ku ada dia..
Mengikuti di belakang punggungnya..
Gelap dan tak terlihat..
Kasat mata..
Terdiam kala banyak yang membicarakannya..
Seakan tak seorang pun memandang kearah ku..
Sibuk mengagumi pesonanya..
Sibuk meminta senyumannya. .
Akulah sang tak terlihat..
Saat dia berada di dekat ku..
Akulah sang gelap..
Dibalik wajah cerah nya..
Akulah sang kasat mata..
Ada namun seakan tak ada..
Akulah sang bayang..
Sesuatu yang tak dianggap ada..
menunggu
Hari terhitung minggu
Minggu pun menjadi bulan..
Pagi ku mengingat mu
Malam ku mengenangmu
Tetap saja semua sama
Sejak kau pergi..
Ku masih saja menanti mu
Hingga kau kembali
Dan takkan tinggalkan ku lagi..
Entah kapan..
Menunggu mu masih..
Setia tetap ku janji..
Hingga ku dapat kau kembali..
Bersama jalani hari..
5. Cinta, Luka, dan Bahagia: The Best Love Sayings from the Greatest Poet
Buku yang berisi puisi dan kata cinta ini wajib masuk dalam daftar bacaan kalian. Tulisan-tulisan Gibran dalam buku ini memiliki makna yang mendalam. Mungkin tak butuh waktu lama untuk membaca satu buku sekaligus, namun saat kalian memahami isinya, maka kalian akan mendapat makna luar biasa. Bahkan kalian bisa menghubungkan dengan analogi kehidupan sehari-hari.
Di atas hanya sebagian kecil dari karya-karya Gibran, tak ada salahnya untuk menyempatkaj membaca dan mengagumi keindahan tulisannya. [mnd]






