Surabaya (beritajatim.com) – Banjir menjadi permasalahan tersendiri bagi masyarakat, terlebih di cuaca yang sedang ekstrim seperti belakangan ini. Salah satu daerah di Indonesia yang paling sering mengalami banjir adalah Jakarta.
Tercatat bahwa Jakarta pernah mengalami beberapa kali bencana banjir terdahsyat, termasuk pada 1 Februari 2007, tepat pada hari ini 15 tahun yang lalu di mana banjir hampir melumpuhkan DKI Jakarta.
Untung mengenang peristiwa menyedihkan tersebut, berikut kilasan apa yang terjadi pada 1 Februari 2007 silam.
Kronologi terjadinya banjir besar di Jakarta
Kala itu, hujan turun di Jakarta dengan begitu derasnya. Tak hanya mengguyur selama berjam – jam, bahkan mulai dari sore hari hingga keesokannya pada Jumat, 2 Februari 2007.
Hal itu menyebabkan volume debit air bertambah di 13 sungai yang melintasi Jakarta, yang mana berasal dari Bogor – Puncak – Cianjur. Ditambah lagi dengan sistem drainase yang buruk serta kondisi air laut yang sedang pasang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”sejarah”]
Tak ada yang menyangka jika tanggul di Banjir Kanal Barat (BKB) akan jebol, tepat di aliran Kali Sunter. Air tersebut pun langsung membludak dan membanjiri area perkotaan juga perumahan warga. Hampir 60% wilayah Ibu Kota terendam, dengan kedalaman mencapai 5 meter di beberapa titik.
Kondisi tersebut mau tak mau memaksa puluhan warga untuk segera mengungsi. Namun tak sedikit pula yang masih terjebak di rumah yang telah terendam banjir setinggi 2 – 3 meter hingga pada Jumat sore. Meski telah berusaha semaksimal mungkin, evakuasi rupanya mengalami beberapa kesulitan lantaran pemukiman yang sempit dan tak muat untuk dilewati perahu karet.
Disebutkan bahwa banjir 2007 ini menghantam wilayah Jakarta secara lebih luas dan tentu saja menelan lebih banyak korban dengan kerugian yang sangat besar dibandingkan dengan banjir serupa pada tahun 2022 dan 1996. Sebanyak 79 orang dinyatakan meninggal dunia setelah selama 10 hari, yang diperkirakan karena terseret arus, tersengat listrik, atau juga sakit. 1 orang menghilang, dan di total ada 2.349 pengungsi di DKI Jakarta, 106.406 pengungsi di Jawa Barat, serta 52 orang pengungsi di Banten.
Tidak hanya itu, kerugian material akibat berhentinya perputaran bisnis pun diperkirakan mencapai Rp 4,3 triliun. Bencana banjir 2007 ini mencetak sejarah baru untuk Indonesia, mengingatkan begitu banyak perbaikan yang harus dilakukan namun juga menimbulkan rasa trauma tersendiri bagi para korban. (mnd/nap)






