Surabaya (beritajatim.com) – Tepat tanggal 18 Januari 1977, merupakan sejarah tragis yang memilukan bagi masyarakat Australia. Peristiwa yang terjadi pada 46 tahun yang lalu itu merupakan kecelakaan kereta api terburuk di Granville, pinggiran barat Sydney, New South Wales (NSW).
Sebuah kereta komuter yang dipenuhi oleh penumpang, anjlok dan menabrak penyangga jembatan jalan hingga runtuh dan menimpa kereta tersebut. Akibatnya, 83 orang meninggal dunia secara tragis, entah lantaran tertimpa reruntuhan jembatan atau terhimpit dan terjebak di kereta selama berjam – jaman. Sementara, 213 orang yang selamat juga mengalami luka yang parah.
Kronologi Terjadinya Kecelakaan
Kereta memulai perjalanan pada pukul 06.09 dari Gunung Victoria di Blue Mountains menuju Sydney. Setidaknya ada 469 penumpang kala kereta meninggalkan stasiun Parramatta.
Sekitar pukul 8:10 pagi, lokomotif tergelincir saat sudah mendekati Stasiun Granville, lantas menabrak salah satu tiang baja dan beton jembatan Bold Street di atas rel. Tak dapat dihindari, lokomotif pun terbalik memisahkan gerbong pertama dengan gerbong lainnya, bertabrakan dengan tiang dan putus di luar jalur.
Delapan orang yang berada di gerbong satu tewas seketika, sedangkan penumpang gerbong dua berhasil selamat sepenuhnya. Gerbong ketiga dan keempat yang berhenti di bawah jembatan bernasib mengenaskan.
Dalam hitungan detik, jembatan beserta beberapa mobil yang melintas ambruk di atas gerbong. Beban yang begitu berat membuat beberapa area gerbong hancur hingga rata, penumpang pun tak dapat diselamatkan.
Proses evakuasi pum tak dapat dilakukan dengan mudah, mulai dari kondisi lapangan yang menyulitkan, hingga masyarakat sekitar yang berbondong-bondong datang untuk melihat lebih dekat namun justru berdesakan memenuhi lokasi kejadian. Polisi, pemadam kebakaran, dokter, perawat, hingga insinyur dikerahkan untuk dapat menyelamatkan korban yang tersisa.
Setelah dilakukan penyelidikan, ditemukan bahwa penyebab utama peristiwa naas tersebut terjadi adalah kondisi jalan permanen yang tidak sempurna. Pengikatan rel yang buruk membuat jalur telah meluas dari standar seharusnya. Akibatnya roda kiri depan lokomotif jatuh ke dalam lintasan dan membuatnya melaju ke penyangga jembatan.
Ditambah lagi dengan struktur jembatan yang seperti asal – asalan. Dasar geladak ditemukan satu meter lebih rendah dari jalan raya, lalu tambahan beton diletakkan di atas untuk memperbaiki jalan yang tak rata. Wajar saja jika beban dari jembatan tersebut menghancurkan gerbong kereta kayu sekaligus para penumpangnya.
Adanya peristiwa ini membuat para awak kereta sadar untuk meningkatkan substansial dalam pemeliharaan rel. Sang pengemudi, Edward Olencewicz pun dibebaskan dari tuduhan.
Meski telah berlalu puluhan tahun lamanya, luka yang diterima oleh penumpang yang selamat dan keluarga yang ditinggalkan masih akan terus membekas. Setiap tahunnya di tanggal yang sama mereka berkumpul di jembatan Bold Street, untuk sekedar menaburkan bunga mawar atau mengirim doa bagi mereka yang sudah tiada. (mnd/nap)






