Surabaya (beritajatim.com) Mensana in corpore sano. Di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat. Ungkapan itu pertama kali dicetuskan oleh Decimus Lunius Juvenalis, Penyair satir dalam kesusastraan Romawi abad kedua masehi. Walaupun sudah berabad-abad, ungkapan itu masih sering terdengar hingga sekarang utamanya di kalangan olahragawan.
Ungkapan itu juga yang melatarbelakangi sejumlah pria lanjut usia (lansia) di Surabaya untuk membentuk klub bola basket Nagasakti Reborn 40 tahun yang lalu. Nagasakti Reborn terus eksis di dunia bola basket hingga saat ini memiliki 52 member yang berasal dari kalangan pengusaha, dokter, hingga mantan atlet nasional.
Ketua Nagasakti Reborn Afandi Tata Tjhin mengatakan, komunitas bola basket yang ia pimpin itu bukan hanya sekedar ajang untuk menyalurkan hobby. Nagasaki Reborn diisi oleh mayoritas pemain yang kerap mengikuti turnamen resmi dari Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) di kelas veteran. Bahkan, pada tahun 2024 lalu, mereka berhasil menjadi semifinalis.
“Kalau di Surabaya saya berani bilang Nagasakti Reborn merupakan komunitas pecinta basket lansia paling besar. Karena, pemain-pemain kita ini kerap diambil klub-klub untuk mengikuti turnamen di kelas veteran,” kata Afandi ditemui Beritajatim di Lapangan Basket Kafe 27, Kenjeran, Surabaya, Minggu (29/06/2025).
Bukan hanya dari Indonesia. Nagasakti Reborn juga memiliki anggota berasal dari Filipina. Seperti yang diketahui, Filipina merupakan negara dengan penggemar basket terbesar di Asia Tenggara. Data dari SEM (Sports, Entertainment, Media) Consultancy Ltd 75 persen masyarakat Filipina merupakan pecinta basket.
“Kita berbagai background ada disini. Kebanyakan adalah pengusaha. Tapi juga ada mantan pemain nasional dari Indonesia dan Filipina,” tutur Afandi.

Member dari Nagasakti Reborn selalu berkumpul setiap hari Minggu untuk berlatih dan bermain basket bersama. Suasana hangat bisa ditangkap dari sisi lapangan. Member yang lebih ahli, tidak segan untuk membagikan ilmunya kepada member lain. Walaupun sudah berumur, member Nagasakti Reborn bisa menyajikan gaya permainan basket dengan intensitas yang tinggi.
“Banyak juga turnamen yang kita ikuti. Hampir setiap tahun kami ikut untuk kelas veteran dan tentu saja turnamen resmi yang dinaungi Perbasi,” terang Afandi.
Salah satu member yang berprofesi sebagai dokter, Iwan Kristian mengatakan sejak muda ia menggemari olahraga basket. Sehingga, di usianya yang sudah lansia, ia memilih bergabung dengan Nagasakti Reborn. Sebagai dokter, ia menjelaskan jika tidak semua lansia cocok bermain basket. Hal itu karena basket merupakan olahraga dengan intensitas tinggi.
“Kalau anda sudah berusia lanjut dan belum pernah bermain basket. Saya sarankan untuk tidak pernah bermain basket. Karena, dalam olahraga basket ini semua otot bergerak. Ada gerakan lari, loncat, dan putar. Sehingga kategorinya olahraga berat,” tuturnya.
Sebagai lansia, member Nagasakti Reborn juga melatih otot-ototnya dengan fitnes. Mereka semua akan latihan penguatan otot sehari sebelum bermain basket. Hal itu merupakan bentuk upaya untuk memperkecil kemungkinan untuk cedera.
“Kalau latihan penguatan otot itu, kami fokus pada otot kaki, pinggang, perut hingga bagian tubuh atas. Karena olahraga basket ini intensitasnya tinggi. Sehingga semuanya perlu dipersiapkan,” tegasnya.
Bagi anda yang berminat untuk bergabung bersama dengan Nagasaki Reborn, tidak ada syarat khusus yang harus dipenuhi. Asal bisa berbaur dan menjalin komunikasi yang baik, member lama Nagasaki Reborn akan menyambut anda dengan tangan terbuka. [ang/aje]






