Mojokerto (beritajatim.com) – Cabang olahraga (cabor) Ju-jitsu dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) VII merupakan kali kedua mengikuti ajang olahraga yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dua tahunan tersebut. Meski tergolong baru namun ditarget menjadi juara umum di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024.
Di ajang Porprov Jatim VIII, cabor Ju-jitsu mempertandingkan sembilan kelas nomor. Sebanyak 137 atlet dari 25 kontingen di Kabupaten/Kota di Jawa Timur memperebutkan sembilan emas, sembilan perak dan 18 perunggu. Sembilan nomor kelas tersebut yakni delapan kelas tanding dan satu kelas show system. Kabupaten Ponorogo dua kali berturut-turut meraih juara umum.
Ketua Umum Pengurus Besar Ju-jitsu Indonesia (PBJI) Provinsi Jawa Timur, Dr Taufiqurrahman, S.H., M.Hum mengatakan, Porprov Jatim VIII menjadi sarana cabor Ju-jitsu menjadi lebih besar lagi. “Karena satu bulan lagi, tepatnya tanggal 27-29 Oktober 2023 dilaksanakan babak kualifikasi Ju-jitsu di Bekasi,” ungkapnya, Rabu (13/9/2023).
Baca Juga: Inilah Para Tokoh Tim Pemenangan Nasional Ganjar Pranowo
Masih kata Wakil Rektor Universitas Wijaya Putra ini berharap kontingen Jawa Timur bisa mencapai target yang diharapkan. Dari delapan nomor yang ada setidaknya ditargetkan lima medali emas bisa diraih kontingen cabor Ju-jitsu Jawa Timur. Ju-jitsu sendiri masuk cabor di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur 2017.
“Ini merupakan Porprov yang kedua, yang pertama di Lumajang Porprov VIII tahun 2022 kemarin. Sebelumnya, tahun 2019 masuk eksibisi di Porprov VI di Gresik. Nomor yang dipertandingkan sekarang jauh berkurang dari sebelumnya, 17 nomor. Sekarang separuhnya,” katanya.
Menurutnya, nomor yang dipertandingkan dalam ajang Porprov Jatim VIII sesuai dengan keputusan KONI pusat. Pasca gelaran Porprov Jatim VIII tahun 2023 ini, kontingen cabor Ju-jitsu Jawa Timur akan mengikuti babak kualifikasi Pra PON di Bekasi sehingga Porprov Jatim VIII menjadi salah satu pertimbangan.
Baca Juga: Expo Jamu UB Malang, Upaya Lestarikan dan Kembangkan Obat Tradisional Indonesia
“Ini merupakan bukan satu-satunya pertimbangan tapi sebagai salah satu pertimbangan untuk nanti siapa yang akan mengikuti babak kualifikasi Pra PON. Namun sebetulnya ada atlet yang sudah dipersiapkan tapi itu bukan harga mati tapi kita juga melihat hasil pelaksanaan Porprov Jatim VIII ini,” ujarnya.
Meski nomor yang dipertandingan berkurang dari Porprov Jatim VII lalu, namun tegas Taufiq, namun kontingen yang mengikuti cabor Ju-jitsu lebih banyak yakni 25 Kabupaten/Kota. Pada ajang Porprov Jatim VII hanya diikuti 22 Kabupaten/Kota. Hal tersebut dinilai karena perkembangan cabor Ju-jitsu di Jatim.
“Karena dalam dua tahun ini ada perkembangan Kabupaten/Kota dan PBJI-nya. Ada beberapa daerah termasuk yang baru berdiri tahun ini adalah Kota Mojokerto, kemudian Magetan. Ada beberapa pertambahan otomatis karena sudah sehingga ada tuntutan moral ikut serta dalam Porprov kali ini,” tegasnya.
Taufiq menjelaskan, saat ini ada satu atlet putri asal Kabupaten Blitar yang dipersiapkan untuk mengikuti Asean Games 2023 yang akan digelar di Hangzhou, China, pada 23 September 2023 hingga 8 Oktober 2023. Yakni Elma Yuni Megawati. Elma sebelumnya mengikuti Asean Games di Jakarta-Palembang pada 2018 lalu.
Baca Juga: PKB Targetkan Anies – Muhaimin Ulangi Sukses Jokowi – Ma’ruf di Jember
“Dia satu-satunya atlet Ju-jitsu yang akan mengikuti ajang olahraga ini. Untuk gelaran nasional, PON 2024 tahun depan targetnya juara umum. Karena cabor Ju-jitsu Jatim memiliki target bisa menempatkan Jatim di peringkat pertama pada pelaksanaan PON di Aceh/Medan tahun 2024,” pungkasnya.
Ju-jitsu adalah nama dari beberapa macam aliran beladiri dari Jepang. Beladiri Jujitsu masuk ke Indonesia saat masa pergolakan perang dunia II sekitar tahun 1942 bibawa oleh seorang tentara Jepang yang bernama Ishikawa. Sebelum dibentuk organisasi ‘Institut Jiu-Jitsu Indonesia (IJI)’, Jiujitsu dikenal dengan sebutan perkumpulan bela diri ‘Bantaran Angin’.
Perkumpulan bela diri ‘Bantaran Angin’ ini berpusat di Ponorogo. Untuk mengembangkan Jiu-jitsu ke seluruh Indonesia, akhirnya pusat pengembangan Jiu-jitsu dipindahkan ke Jakarta. Disinilah dibentuk sebuah organisasi resmi dan berbadan hukum yang bernama Institut Jiu-Jitsu Indonesia (IJI), sekitar 8 Desember 1981. [tin/ian]
![Mengenal Ju-jitsu, Cabor Baru KONI Jawa Timur yang Ditarget Juara Umum di PON 2024 Ketua PBJI Provinsi Jawa Timur, Dr Taufiqurrahman, S.H., M.Hum. [Foto : Misti/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/09/VideoCapture_20230913-194502_OUGcM1Hx0M-1024x576.jpeg)





