Surabaya (beritajatim.com) – Bagi kalian penonton setia serial kartun Upin-Ipin pasti pernah menonton episode tentang perayaan ini. Yakni ketika paman Muthu dengan sangat antusias memperiapkan perayaan di rumahnya. Bahkan sedari pagi Paman Muthu terus bersenandung deepavali, deepavali.
Ia mengundang para tetangga untuk datang ke rumah dan menyiapkan makanan untuk mereka. Tapi yang paling penting, Paman Muthu menyiapkan banyak hiasan berupa lilin-lilin yang ditata sedemikian rupa di seluruh rumah. Dan tentu saja, diiringi nyanyian dan tari-tarian seperti kebanyakan film Bollywood.
Lilin dan alat penerang lain seperti lampion, lampu, kembang api memang bagian tak terpisahkan dari perayaan Deepawali. Sebab, seperti namanya perayaan ini merupakan festival cahaya yang melambangkan kemenangan baik atas buruk.
Lampu-lampu ini dinyalakan sebagai bentuk perayaan sekaligus bentuk harapan umat manusia. Perayaan ini biasanya dilaksanakan selama lima hari berturut-turut.
Hari pertama Deepawali disebut dengan Vasu Daras. Hari ini diperuntukkan bagi hewan yang sapi yang dianggagp sebagai hewan suci. Susu sapi juga dianggap sebagai pembawa kehidupan dan kesejahteraan bagi manusia. Dalam mitologi Hindu, Vasu Daras diangagp sebagai hari ketika Raja Pithu membebaskan rakyatnya dari kelaparan dengan megnangkat bumi.
Sedangkan hari kedua disebut Dhan Teras. Hari untuk memperingati munculnya Dewa Dhanavantari sari samudera. Hari ini dianggap hari terbaik untuk membeli barang berharga seperti emas, san perak. Hari ketiga disebut Naraka Chaturdashi, peringatan untuk Dewa Krisna.
Hari keempat, disebut dengan Laksmi Puja. Diisi dengan pemujaan terhadap Dewi Laksmi dan Dewa Ganesha yang menjadi lambang dari kesejahteraan dan keberuntungan.
Sedangkan hari kelima disebut Bali Pratipada. Hari di mana Dewa Krisna dipercaya menyelamatkan manusia dan sapi dari banjir dengan mengangkat Gunung Govadhana.
Perayaan Deepawali biasanya jatuh antara bulan Oktober dan November. Sebab, perayaan ini dilaksanakan sesuai dengan kalender Hindu pada bulan Ashwayuja. Bulan ini, di kalender Masehi biasanya jatuh di antara dua bulan tersebut.
Tahun 2019 lalu misalnya, Deepawali jatuh pada tanggal 27 Oktober, sedangkan tahun 2020 jatuh di tanggal 14 November. Dan tahun ini, perayaan Deepawali akan diperingati pada tanggal 4 November 2021. [tur/bjo]






