Lamongan (beritajatim.com) – Kabupaten Lamongan memiliki beragam kuliner yang mampu memanjakan lidah penikmatnya. Salah satu jajanan khas Lamongan itu adalah Wingko Babat. Sehingga, untuk meneguhkan keberadaan Wingko itu, dibangunlah Tugu Wingko yang berada tepat di bundaran Pasar Babat, antara persimpangan jalan menuju Jombang, Bojonegoro dan Tuban.
Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lamongan, Muhammad Zamroni membenarkan, Tugu Wingko itu sengaja dibangun untuk meneguhkan bahwa jajanan Wingko berasal dari Babat.
“Tugu Wingko itu dibangun pada tahun 2016 lalu untuk meneguhkan bahwa Wingko memang berasal dari Babat. Wingko adalah jajanan khas asli Babat Lamongan,” kata Zamroni saat dikonfirmasi, Minggu (25/9/2022).
Berdasarkan pantauan beritajatim.com di lokasi, Tugu wingko itu memiliki tinggi sekitar 7 meter dari permukaan tanah. Tugu ini berbentuk bundar di bagian dasar atau fondasinya. Lalu di bagian atas tugu, ada 6 replika wingko raksasa yang tertempel di 3 garis lengkung sebagai penampang wingkonya.

Lengkungan tersebut merupakan penyangga wingko yang terdiri dari 3 buah. Selain itu, tepat di atas fondasi yang berbentuk menyerupai pot atau vas juga diletakkan semacam ornamen berbentuk bulat yang semakin mempercantik keberadaan Tugu Wingko Babat tersebut.
Zamroni berharap, keberadaan tugu wingko ini akan menjadi titik kesadaran sejarah dan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat di Kecamatan Babat Lamongan.
Pasalnya, bentuk tugu dengan beberapa replika yang berbentuk bundar itu akan langsung mengingatkan kepada semua orang yang memandangnya sebagai gambaran bahwa Babat adalah Kota Wingko.
[berita-terkait number=”4″ tag=”wisata-lamongan”]
“Tugu Wingko ini adalah maskot dari masyarakat Babat Lamongan. Sehingga akan mudah diasosiasikan bahwa wingko adalah jajanan khas yang memang berasal dari Babat. Tugu Wingko Babat ini sebagai penanda bagi pengguna jalan dari luar kota agar tahu jika Wingko adalah jajajan khas Babat,” kata Zamroni.
Lebih lanjut, Zamroni menegaskan, Pemerintah Kabupaten Lamongan juga telah mengajukan hak cipta wingko babat ke Kemenkumham RI. Meski begitu, ia menyebut kalau proses pengajuannya memang membutuhkan waktu yang relatif panjang.
“Hak paten Wingko sudah kita ajukan ke Kemenkumham RI, kalau Soto Lamongan dan Sego Boran sudah mendapat pengesahan dari Kemenkumham RI,” tandasnya. [riq/but]






