Surabaya (beritajatim.com) – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengajak Aparatus Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama (Kemenag) dan masyarakat muslim tanah air untuk mendoakan para korban dengan menggelar salat gaib maupun tahlil.
Dia juga mengungkapkan belasungkawa yang mendalam atas musibah gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11) yang menimpa korban.
“Kita turut sedih dan berduka atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita khususnya di Kabupaten Cianjur. Untuk itu, mari bersama-sama kita doakan mereka yang meninggal. Kepada korban luka juga semoga segera sembuh dan warga yang terdampak diberi kesabaran dan kekuatan,” tutur Menag yang dikutip dari laman resmi Kemenag, Selasa (22/11).
Untuk umat Muslim, Menag secara khusus mengajak untuk menggelar Salat Gaib dan tahlil bagi para korban meninggal.
“Mari kita lakukan Salat Gaib. Semoga mereka mendapat ampunan dan rahmat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,” harapnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”doa”]
Selain untuk para korban, Menag juga mengajak masyarakat mendoakan agar proses evakuasi warga yang masih tertimbun rumah atau bangunan diberi kemudahan.
Seperti diketahui, proses evakuasi sejumlah korban masih terus dilakukan. Di beberapa titik, evakuasi terkendala dengan terbatasnya alat hingga akses jalan yang sulit akibat longsor, perbukitan dan sebagainya.
“Tim gabungan baik dari BNPB, TNI, Polri dan lainnya telah turun ke lapangan. Mari doakan agar tugas mereka diberi kemudahan dan kelancaran sehingga semua korban bisa dievakuasi dengan baik,” kata Menag.
Selain korban jiwa, gempa bumi Cianjur juga berdampak pada ribuan rumah dan bangunan yang rusak, termasuk sekolah, madrasah, pesantren, perguruan tinggi, masjid, serta gedung perkantoran dan fasilitas kesehatan.
Menag memastikan pemerintah tengah bekerja keras untuk memberikan bantuan yang terbaik untuk penyintas gempa Cianjur, termasuk dalam memulihkan sarana prasarana yang terdampak.
“Pemerintah bersama masyarakat dan relawan segera memberikan bantuan, semoga diberikan kelancaran. Mari bantu semampu kita. Bantuan dana, barang, pikiran dan tenaga sangat berarti bagi para korban untuk membantu meringankan beban yang mereka rasakan saat ini. Kita ajak korban untuk sabar sekaligus bisa bangkit lagi,” jelas Menag.
Lebih dari itu, Menag juga mengungkapkan bahwa pihaknya ikut berpartisipasi dalam pendataan dan menyiapkan bantuan untuk membantu para korban bencana gempa.
“Kami di Kemenag juga tengah lakukan pendataan dan penyiapan bantuan, termasuk sarana ibadah dan juga sarana pendidikan agar para pelajar tetap bisa mendapatkan hak-hak pendidikannya, terlebih saat ini kalender pendidikan sudah memasuki akhir semester,” pungkasnya. (nap)






