Pacet (beritajatim.com) – Melaju di tengah pandemi berkat uluran bantuan BRI Unit Pacet. Agaknya menjadi kata yang tepat bagi Joko Bandung pemilik usaha Jocky Milk.
Tak pernah terpikir oleh Joko akan menjalani kehidupan yang berubah 180 derajat ketika pandemi Covid-19 datang pada Maret 2020 lalu. Joko dan para tetangganya di Pacet sudah terbiasa mengandalkan bisnis pada sektor pariwisata Pacet, mendadak berhenti saat pemerintah menutup pariwisata demi mencegah penularan Covid-19.
“Saya punya 9 sapi dan hasil susu-nya setiap pagi maupun sore selalu habis terjual ke warung-warung STMJ yang berjejer di Pacet. Maklum dinginnya hawa di sini membuat wisatawan yang menyewa villa menghangatkan badan dengan minuman Susu Teh, madu dan Jahe (STMJ),” kenang Joko, Kamis (17/3/2022).
Namun saat wisata ditutup maka omset pemilik warung STMJ pun merosot. Enam bulan kemudian banyak yang tutup sehingga berdampak pada jualan susu milik peternak sapi di Pacet. Ratusan peternak hanya bisa menjual ke KUD susu di Pacet.
“Pukulan makin sulit, saat suplemen pakan sapi perah pun ikut naik. Ekonomi kami pun makin sulit, tabungan mulai terkuras,” ungkap peternak sapi perah dari Dusun Soso, Desa Cepoko Limo – Pacet Kabupaten Pasuruan itu.
[berita-terkait number=”3″ tag=”BRI”]
Melihat banyak UMKM yang mulai gulung tikar BRI Unit Pacet pun menawarkan untuk membuat susu pasteurisasi dalam kemasan. Sehingga susu bisa dipasarkan ke luar Pacet.
“Saya pun mencoba tantangan itu setelah mendapat pencerahan dari Mantri BRI Unit Pacet. Dan ternyata juga di bantu pemasarannya,” terang Joko.
Kini Jocky Milk sudah punya berbagai rasa susu pasteurisasi dan mengembangkan pasarnya hingga ke Surabaya. Beberapa warga Surabaya pun sudah menjadi pelanggan tetap Jocky Milk.
Bahkan saat pameran yang di gelar oleh BRI, Jocky Milk bisa terjual hingga ratusan botol. Namun tak hanya memproduksi susu pasteurisasi saja, Joko pun mencoba membuat yogurt yang juga laku keras.
“Saat pameran saja saya bisa menjual 500 botol. Belum lagi, pengiriman susu segar ke sejumlah pabrik di Ngoro Pasuruan. Kini pandemi malah jadi terasa berkah untuk keluarga kami,” tandas Joko mensyukuri.[rea]






