Lamongan (beritajatim.com) – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Maslakul Huda (Masda) Desa Kandangsemangkon, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan kembali menggelar Masda English Festival (MEF), Minggu (28/1/2024). Ini menjadi program tahunan terbesar madrasah.
Terdapat beragam kegiatan dalam MEF tersebut, di antaranya entrepreneurship atau kewirausahaan, talkshow dan lomba untuk jenjang TK A dan TK B. Diketahui, MEF merupakan program yang digelar pada tiap awal semester genap.
Kepala Sekolah MI Masda, Irfaniyah menyampaikan bahwa MEF selalu mengusung tema yang berbeda di tiap tahunnya. Jika pada tahun 2023 lalu bertemakan ‘Goes Around The World’, maka kali ini tema yang disepakati adalah ‘Nusantara, Menjunjung Tinggi Kearifan Lokal’.
Irfaniyah mengaku, MEF pada tahun ini berlangsung sangat semarak. Hal itu tampak dari antusiasme pembukaaan stand yang dikakukan oleh tiap kelas. Mereka menyajikan beragam menu masakan di stand yang memiliki corak dekorasi kedaerahan yang cukup unik.
Corak-corak yang ditampilkan memiliki ciri khas masing-masing dan berkarakter kedaerahan, seperti dari Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, dan lain sebagainya.
Irfaniyah menegaskan, kegiatan entrepreneurship yang disuguhkan ini merupakan program kukurikuler P5-PPRA dalam kurikulum merdeka bertema kewirausahaan, yang bertujuan untuk menggali potensi peserta didik dan bagian dari upaya untuk penguatan karakter peserta didik di masa mendatang.
“Kegiatan ini merupakan program kurikuler dengan tujuan ingin menggali potensi anak yang memiliki jiwa-jiwa entrepreneur sejak dini, menyiapkan diri peserta didik di era globalisasi, dan mendukung program pemerintah Indonesia Emas tahun 2045,” kata Irfaniyah.
Menariknya lagi, sebut Irfaniyah, produk-produk yang dijual dalam kegiatan ini dibandrol dengan harga sangat terjangkau, yakni mulai harga Rp2 ribu sampai dengan Rp10 ribu. Dengan harga tersebut, tentu para pengunjung bisa mencicipi makanan khas dari berbagai provinsi dan seolah telah mengelilingi Nusantara.
Selain kegiatan tersebut, tema ke-Nusantara-an juga tampak dimunculkan pada kegiatan Lomba melukis kendil pada jenjang TK A dan TK B. Kendil adalah gerabah yang terbuat dari tanah lempung, yang merupakan kearifan lokal yang hampir terlupakan.
“Lomba dengan media kendil ini untuk mengingatkan dan memperkenalkan kembali tentang kerajinan-kerajinan tradisional. Lomba ini dilakukan oleh mom and kids. Selain itu juga ada lomba mewarnai celengan dan tahfidz,” paparnya.

Tak cukup itu, Irfaniyah mengungkapkan, terdapat kegiatan Talkshow bertajuk ‘Developing Softskills for Future Success’ pada MEF ini. Tak tanggung-tanggung, pembicara yang dihadirkan adalah Native Speaker asal Afghanistan, yang juga berkecimpung di dunia pendidikan, baik dalam maupun luar negeri.
“Talkshow ini tujuannya ingin mengasah, mengembangkan softskills-nya anak-anak karena nantinya juga anak-anak akan mencoba bertanya langsung kepada Native speaker. Anak-anak akan tahu tips and trick dalam mengasah softskills dari native speaker yang juga ahli di bidang tersebut untuk bekal masa depan,” jelasnya.
Sementara itu, Hasanah, Ketua Pelaksana MEF 2024 melaporkan bahwa kegiatan MEF secara keseluruhan ditujukan untuk mengaktualisasikan diri peserta didik dalam bidang kewirausahaan, berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris yang sejalan dengan program MI Maslakul Huda yakni program Bilingual atau dwibahasa.
“Harapan terbesar kami dengan adanya kegiatan ini yaitu anak-anak mampu mengaktualisasi diri mereka, sehingga mampu menghadapi tantangan di jamannya dengan bekal yang sudah kami berikan saat ini,” pungkasnya. [riq/but]






