Bojonegoro (beritajatim.com) – Mayat perempuan yang belum diketahui identitasnya (Mrs X), ditemukan mengapung di aliran Sungai Bengawan Solo, Selasa (11/07/2023) sekitar pukul 11.23 WIB. Lokasi tepatnya di wilayah Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro.
Mayat perempuan yang sudah dalam kondisi setengah membusuk itu kali pertama diketahui warga yang melakukan aktifitas penambangan tradisional di Sungai Bengawan Solo. Kemudian dilaporkan ke petugas kepolisian serta BPBD Bojonegoro untuk dievakuasi.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro Ardhian Orianto, setelah mendapat laporan, langsung melakukan evaluasi.
“Setelah dievakuasi, mayat kita bawa ke RSUD dr R Sosodoro untuk identifikasi,” ujar Ardhian Orianto.
Hingga berita ini ditulis, identitas mayat tersebut masih belum diketahui. Saat ini jenazah disimpan di Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD dr R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro.
Kepala Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD dr R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, dr Hario Widhi Nugroho menyebutkan bahwa masih dilakukan identifikasi awal.
“Untuk identitas jenazah belum diketahui karena masih dalam proses identifikasi oleh kepolisian,” kata dr Hario.
Dokter Hario mengungkapkan bahwa ciri-ciri mayat tersebut berjenis kelamin perempuan, usia diperkirakan 60 tahun, panjang mayat 155 centimeter, rambut hitam beruban, panjang rambut kurang lebih 25 sentimeter. Korban mengenakan pakaian motif bunga warna pink dan celana pendek warna ungu.
“Korban diperkirakan meninggal dunia sekitar 2-3 hari yang lalu,” kata dr Hario.
BACA JUGA:
Data Aliran Kepercayaan di Bojonegoro Perlu Pembaruan
Pihaknya menyampaikan, apabila mengenal atau mengetahui identitas korban sesuai dengan ciri-ciri tersebut, meminta untuk segera menghubungi RSUD dr R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. “Saat ini mayat korban berada di Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Sosodoro Bojonegoro,” pungkasnya. [lus/but]






