Mojokerto (beritajatim.com) – Identitas mayat laki-laki yang mengambang di Sungai Gembolo Dusun Meduran, Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto terungkap. Korban atas nama Susilo Hadi (60) warga Desa Lebaksono, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.
Kapolsek Mojosari, Kompol Purnomo membenarkan penemuan mayat laki-laki di Sungai Gembolo tersebut. “Benar, seorang laki-laki sudah dalam keadaan meninggal dunia mengambang di Sungai Gembolo atas nama Susilo Hadi warga Desa Lebaksono, Kecamatan Pungging,” ungkapnya.
Pihak keluarga mengatakan jika korban menghilang sejak, Sabtu 28/6/2025). Korban merupakan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ). Pihak keluarga tidak berkenan untuk dilakukan autopsi terhadap jasad korban. Pihak keluarga meminta agar korban segera dimakamkan.
“Kakak kandung korban sudah mendatangi lokasi dan mengonfirmasi bahwa itu adalah keluarganya. Dari pihak keluarga tidak menghendaki untuk dilakukan autopsi mengingat korban merupakan ODGJ dan keluarga menerima kematian korban sebagai musibah,” katanya.
Pihak keluarga menjelaskan jika korban sempat mengidap penyakit stroke yang diderita sejak usia 40 tahun. Usai dievakuasi ke ruang jenazah RSUD Prof dr. Soekandar Kecamatan Mojosari, jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.
Sebelumnya, setelah warga Mojokerto digegerkan dengan penemuan mayat bayi pada, Selasa (1/7/2025) kemarin, kini warga Mojokerto kembali digegerkan penemuan mayat. Mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan di aliran Sungai Gembolo, Rabu (2/7/2025).
Mayat dengan posisi mengambang tersebut ditemukan diantara sampah di aliran Sungai Gembolo Dusun Meduran, Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari. Korban pertama ditemukan dalam posisi tengkurap sekitar pukul 07.00 WIB oleh warga yang melintas di sekitar lokasi. [tin/kun]






