Ponorogo (beritajatim.com) – Masyarakat harus waspada ketika memasuki musim penghujan. Selain waspada terhadap bencana hidrometeorologi, warga juga waspada terhadap terjangkitnya penyakit demam berdarah dengue (DBD). Sebab, musim penghujan waktu yang pas untuk berkembang biak nyamuk aedes aegypti. Dimana penyakit DBD berawal dari gigitan nyamuk tersebut.
“Prinsipnya dari tahun ke tahun sama, awal musim penghujan. Bisa bulan November atau Desember adanya penyakit DBD,” kata Kasi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo, Edi Kusnanto, Senin (1/11/2021).
Sehingga adanya munculnya penyakit ini bisa diprediksi, yakni rentan bulan Desember hingga April. Bulan Mei curah huja berkurang, sehingga biasanya juga kasusnya turun. Pada bulan Juni hingga Agustus pun bisa dikatakan minim. Kembali lagi muncul awal musim hujan sekitar bulan Desember.
Menurut data Dinkes Ponorogo, dari bulan Januari hingga awal November 2021, orang yang terjangkit DBD mencapai 80 orang. Dengan penderita paling banyak di bulan April hingga 17 orang. Dengan jumlah pasien yang meninggal 1 orang juga terjadi di bulan April.
“Sampai detik ini jumlah warga yang terjangkit DBD sebanyak 80 orang. Sementara yang meninggal akibat penyakit ini ada 1 pasien,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ponorogo”]
Upaya Dinkes untuk menekan angka yang terjangkit DBD, salah satunya dengan melakukan fogging. Tentu sebelum melaksanakan fogging, petugas tetap melakukan penyelidikan epidiomogi dulu. Bila terbukti ada epidiomogi baru difogging. Hingga sekarang, tercatat ada 31 lokasi yang sudah dilakukan oleh Dinkes Ponorogo.
“Wilayah Ponorogo kota menjadi yang terbanyak, hingga 6 lokasi yang dilakukan fogging,” ungkap Edi.
Jika dibandingkan kasus DBD di tahun 2020, Edi menyebut bahwa tahun ini trennya cenderung turun. Tahun 2020 total ada 154 kasus. Sementara hingga saat ini tercatat afa 80 kasus. Edi berharap meski kurang 2 bulan lagi, kasus DBD akan tetap minim hingga tutup tahun.
“Meski saat ini sudah memasuki musim penghujan, semoga dua bulan ini kasusnya tetap nol, tidak bertambah. Sebab trennya turun dibanding tahun lalu,” pungkasnya. [end/but]






