Pamekasan (beritajatim.com) – Pengunjuk rasa membongkar dan robohkan tenda di arena rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2024 yang digelar KPU Pamekasan, di Gedung PKP RI Pamekasan, Jl Kemuning 22 Pamekasan, Sabtu (2/3/2024).
Aksi anarkis tersebut disinyalir terjadi akibat mereka tidak ditemui langsung oleh komisioner KPU Pamekasan, guna menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka, yakni PSU atau PHU di kecamatan Larangan.
Bahkan mereka menilai, proses rekapitulasi di tingkat kecamatan di Larangan, diduga terjadi kecurangan pemilu dengan Terstruktur, Sistematis dan Massif (TSM).
Akibat tidak digubris oleh KPU, mereka mulai bertindak anarkis dengan membongkar dan merobohkan tenda yang dipasang KPU Pamekasan, di depan arena rekapitulasi.
Bahkan aksi tersebut juga sempat terjadi ketengangan antara pengunjuk rasa dengan aparat keamanan yang berjaga di depan arena rekapitulasi, beruntung kondisi tersebut dapat segera diredam.
“Selama tuntutan kami tidak dikabulkan, kami akan terus berjuang,” tegas salah satu orator aksi, Rahem.
Saat ini, massa masih standby dan duduk lesehan di depan arena rekapitulasi, bahkan mereka berjanji untuk terus berada di lokasi sebelum tuntutan mereka dikabulkan.
Sementara hingga berita ini ditulis, pihak KPU Pamekasan belum bisa dikonfirmasi untuk memberikan keterangan seputar tuntutan dari peserta aksi. [pin/beq]






