Magetan (beritajatim.com) – Titik api masih terpantau di hutan Gunung Lawu masuk petak 73, 62, dan 52 RPH Bedagung masuk kawasan Desa Ngiliran, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan.
Hal itu disampaikan Asisten Perhutani Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Selatan Windu Prasitama. Lokasi titik api berada di area yang tak bisa dijangkau oleh petugas gabungan TNI, Polri, Perhutani, BPBD Magetan, dan relawan.
“Titik api di lokasi yang tidak bisa dijangkau oleh petugas. Kami harapkan ada upaya water bombing yang melakukan pemadaman sampai kawasan Magetan juga. Namun saat ini water bombing masih difokuskan di area Ngawi,” kata Windu saat ditemui di Posko Penanganan Karhutla Gunung Lawu di Balai Desa Ngiliran, Panekan, Magetan, Kamis (5/10/2023).
Baca Juga: Mentan Syahrul Yasin Limpo Serahkan Surat Pengunduran Diri, Begini Alasannya
Sementara, pihaknya melakukan pemantauan di jalur ilaran. Total sudah sekitar sembilan kilometer yang sudah dibuat. Jika api sudah mendekat ke ilaran maka segera dilakukan pemadaman.
“Ilaran sepanjang sembilan kilometer itu membentang dari Desa Jabung, Sukowidi, Ngiliran, Bedagung, Tapak, hingga Getasanyar,” lanjut Windu.
Sampai saat ini, Windu belum bisa memperkirakan luas hutan yang terbakar di kawasan Magetan. Lantaran saat ini api belum benar-benar padam.
Baca Juga: Kapolres Malang Rayakan HUT TNI ke-78 di Koramil Wagir
Sebelumnya diberitakan, Total sudah 1.990 hektar hutan Gunung Lawu rusak terbakar per 4 Oktober 2023. Tak hanya Ngawi, jumlah itu termasuk Magetan dan Karanganyar Jawa Tengah.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gathot Soebroto mengatakan bahwa dari pantauan udara, citra satelit, hingga diimplementasikan di peta wilayah. Sekaligus, hasil rakor lintas wilayah di Lapangan Ajinegoro Desa Sidorejo, Kendal, Ngawi pada 4 Oktober 2023.
“Untuk luasan wilayah Ngawi total 1.250 hektar yang terdampak. Ini dari tanggal 30 Agustus 2023 hingga 4 Oktober 2023. Kemudian, wilayah Magetan dan Karanganyar terdampak dari kebakaran yang terjadi sejak 29 September 2023, Magetan 700 hektar dan Karanganyar 40 hektar,” terang Gathot.
Baca Juga: Honorer Non Guru Bidang Pendidikan di Jember Ingin Jadi PPPK
Saat ini, kondisi api masih ada di kawasan wilayah Ngawi yang sudah masuk wilayah Karanganyar. Sementara, sebagin api di wilayah Magetan masih belum padam. [fiq/ian]






