Kediri (beritajatim.com) – Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar (Mas Abu) didampingi Ketua TP PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar mengucapkan terima kasih pada seluruh kader yang ada di Kota Kediri.
Dimana selama ini kader turut membantu pemerintah dalam membangun Kota Kediri. Hal itu diungkapkan Mas Abu saat halal bihalal bersama kader DP3AP2KB, Rabu (10/5/2023) di GOR Jayabaya.
“Terima kasih banyak kepada panjenengan semua telah membantu Kota Kediri dengan baik. Alhamdulillah telah banyak hal-hal yang kita torehkan di sejarah Pemerintah Kota Kediri. Ini harus terus kita jaga dan tingkatkan,” ujar Mas Abu.

Wali Kota Kediri mengatakan masih ada beberapa hal yang menjadi perhatian. Seperti kasus perundungan dan pelecehan. Pemerintah Kota Kediri berupaya maksimal untuk mencegah hal tersebut terjadi. Dalam pencegahan ini, Pemerintah Kota Kediri harus dibantu kader untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
BACA JUGA : Sivitas Akademika Polimercia Kediri Gelar Donor Darah untuk Bantu Sesama
Apalagi sebentar lagi Kota Kediri akan berkembang cepat dengan adanya tol dan bandara. “Ada beberapa masyarakat yang butuh untuk diedukasi, didorong, dan didampingi. Nah ini tugas dari kader. Saya minta kader terus memberikan masukan kepada pemerintah agar Kota Kediri lebih baik lagi,” ungkapnya.
Abdullah Abu Bakar juga memaparkan pencapaian Kota Kediri. Salah satunya, indeks pembangunan manusia (IPM) dengan nilai 79,59. Dimana angka tersebut masuk dalam kategori tinggi. Capaian itu dapat diraih juga atas bantuan dari kader-kader di Kota Kediri.
“Terbaru kota ini juga dinobatkan sebagai kota toleran. Apa yang sudah kita capai ini harus terus kita jaga bersama,” pungkasnya.
BACA JUGA : Di Kota Kediri, Halal Bihalal Kebangsaan Lintas Agama Jadi Simbol Nyata Kerukunan
Pada kesempatan ini, para kader juga bercerita kepada Wali Kota Kediri dan Bunda Fey. Para kader menceritakan suka duka selama bekerja di tengah masyarakat. Salah satu kader menyampaikan dukanya saat menjadi kader.
Dimana saat menjadi kader di tahun 1982 belum ada gaji. Tahun 1990-an mulai ada gaji untuk kader Rp 1.500. Saat turun untuk sosialisasi pun terkadang menghadapi masyarakat yang acuh.
“Tapi Alhamdulillah di kepemimpinan Pak Wali semua beres. Honor dari para kader ini lumayan. Menjadi kader ini banyak hikmah dan ada kepuasan tersendiri saat berhasil membantu masyatakat,” ujar salah satu kader.
Kegiatan ini diikuti sekitar 1000 kader. Terdiri dari kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Kelurahan (PPKBK), Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), Sekolah Lansia Tangguh (Selantang), Generasi Berencana (Genre).

BACA JUGA : Pria Kediri Dikeroyok Bos PJTKI Bersama Anak Buahnya Hingga Masuk RS
Tim Pendamping Keluarga (TPK), Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UPPKA), fasilitas kesehatan, satuan tugas perlindungan anak dan perempuan, perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat, serta forum anak Kota Kediri.
Turut hadir, Kepala DP3AP2KB Sumedi, Kepala Disbudparpora Zachrie Ahmad, Kepala Bagian Kesra Ahmad Jainudin, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Herwin Zakiyah, serta tamu undangan lainnya. [nm/ted]






