Jember (beritajatim.com) – Percayalah. Menendang bola penalti tak semudah itu. Setidaknya tanyakan pada sederet bintang-bintang dunia yang pernah gagal saat mengeksekusi bola dalam adu penalti.
Kapten tim nasional Spanyol Sergio Busquets dan kapten tim nasional Belanda Virgil Van Dijk harus menundukkan kepala, setelah masing-masing gagal mencetak gol saat adu penalti dalam Piala Dunia 2022. Bola tendangan Busquets bisa diblok kiper Maroko Yassine Bounou dan arah bola Van Dijk bisa dibaca kiper Argentina Martinez. Spanyol dan Belanda sama-sama tersingkir.
Empat tahun sebelumnya kapten Liverpool Jordan Henderson gagal mencetak gol saat Inggris menghadapi Kolombia dalam Babak 16 Besar Piala Dunia di Rusia. Namun kegagalannya tak akan dikenang, karena Inggris menang 4-3 saat itu.
Daftar pemain bintang yang gagal dalam adu penalti sangat panjang. Pemain legendaris Brasil Socrates dan gelandang Prancis Michel Platini gagal menyarangkan bola saat keduanya berhadapan di babak perempat final Piala Dunia 1986.
Empat tahun kemudian, Diego Maradona gagal mengeksekusi bola dalam adu penalti melawan Yugoslavia di perempat final Piala Dunia di Italia. Namun orang melupakannya, karena Argentina menang atas tuan rumah di semifinal. Sementara itu, dua jagoan Italia Franco Baresi dan Roberto Baggio membuat tim mereka kalah 2-3 di final Piala Dunia 1994 dari Brasil.
[berita-terkait number=”3″ tag=”piala-dunia”]
Piala Dunia 2006 menjadi saksi kegagalan bintang Ukraina Andriy Shevechenko dan dua bintang klub Liverpool yang memperkuat Inggris, Steven Gerrard dan Jamie Carragher, dalam adu penalti. Frank Lampard, bintang Inggris asal Chelsea, melengkapi kegagalan Gerrard dan Carragher dalam babak perempat final saat bertemu Portugal.
Pemain Prancis, Didier Six, yang gagal dalam adu penalti melawan Jerman Barat pada Piala Dunia 1982 menjadi pariah di masyarakat. “Saya susah cari kerja, karena mereka bilang, ‘orang itu tidak stabil’. Dan semuanya gara-gara gagal menendang penalti,” keluhnya.
Gara-gara nasib yang dialami Six, penyerang Prancis dalam Piala Dunia 1986, Bellone, sempat menolak menjadi salah satu eksekutor penalti saat perempat final melawan Brasil. “Jika gagal, mereka akan menggantung saya tanpa pengadilan. Saya akan balik ke Prancis dari Meksiko naik perahu,” pikirnya. Untunglah dia berhasil.
Namun tak semua pemain trauma dengan kegagalan dalam adu penalti. Pernah gagal, Maradona menanggapi santai. “Berapa kali pun saya gagal, saya tetap Diego Armando Maradona,” katanya. [wir/suf]






