Malang (beritajatim.com) – Mantan Walikota Malang Peni Suparto menjadi pemateri dalam Kaderisasi Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Malang Raya. Peni Suparto yang juga tokoh senior GMNI itu mengkader puluhan aktivis GMNI dari kampus Al Qolam Malang.
Selain Inep sapaan akrab Peni Suparto yang juga politikus kawakan di Malang itu, hadir sebagai pemateri yakni KH.Thoriq Bin Ziyad. Gus Thoriq, demikian sebutannya, merupakan tokoh gaek GMNI sekaligus Pelopor Hari Santri Nasional.
Di jajaran elit GMNI, Gus Thoriq menjabat Ketua Dewan Penasehat bersama jajaran tokoh elit GMNI lainnya yakni Ahmad Basarah, Wakil Ketua MPR RI sekaligus Politikus PDI Perjuangan.
Diskusi Kaderisasi GMNI yang digelar di Gedung GMNI Al Qolam Malang, Jumat (2/6/223) hari ini, mengambil tema Mengungkap Konstelasi Politik Nasional Menjelang Pemilihan Umum 2024.
Melalui diskusi, Kader GMNI diharapkan memahami dinamika politik serta peran pemuda dalam proses demokrasi. Menurut Peni Suparto, gambaran situasi politik saat ini dan perkiraan perubahan yang mungkin terjadi menjelang pemilihan umum 2024. Sehingga, peran pemuda dalam memengaruhi opini publik, menggalang dukungan, dan turut serta dalam proses pemilihan umum menjadi poin penting.

“Pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam politik, terutama dalam mempengaruhi perubahan dan menciptakan pemimpin yang berkualitas. Kader GMNI harus memahami dinamika politik dan mampu berkontribusi secara aktif untuk mencapai perubahan yang diinginkan,” tegas Peni Suparto, Jumat (2/6/2023) kepada peserta diskusi.
Sementara itu, dalam diskusi tersebut, Gus Thoriq yang juga Calon Legislatif DPR RI dari Partai Demokrat itu, menyoroti peran pemuda dan mahasiswa dalam menyebarluaskan informasi politik yang objektif dan akurat kepada masyarakat. Gus Thoriq juga berbagi pengalaman tentang bagaimana memanfaatkan kekuatan sosial media dan organisasi kepemudaan dalam memperkuat partisipasi pemuda dalam proses politik.
“Pemuda dan mahasiswa memiliki akses yang luas terhadap media sosial dan teknologi. Kita harus menggunakan platform ini untuk menyampaikan pesan politik yang jelas, objektif, dan bermanfaat bagi masyarakat. Mari bersama-sama membangun kesadaran politik yang sehat dan bertanggung jawab,” kata Gus Thoriq.
Ditempat sama, Ketua GMNI Al-Qolam Malang, Syaifudin Zuhri menjelaskan, diskusi kaderisasi tingkat dasar GMNI Al-Qolam Malang tentang konstelasi politik nasional menjelang pemilihan umum 2024 ini, berhasil memberikan pemahaman yang lebih baik kepada para peserta mengenai peran penting pemuda dalam menciptakan perubahan politik yang positif.
BACA JUGA:
Anies dan Ganjar, Simbol HMI Versus GMNI?
PA GMNI Jatim Sambut Antusias Keputusan PDIP Capreskan Ganjar
Diskusi ini juga menjadi ajang untuk bertukar ide dan berbagi strategi dalam menghadapi tantangan politik yang akan datang.
Syaifudin Zuhri juga menyampaikan harapannya, agar diskusi semacam ini terus diadakan sebagai upaya melahirkan kader-kader yang cerdas, berintegritas, dan berkomitmen dalam menghadapi perubahan politik yang dinamis.
“GMNI Al-Qolam Malang berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan kader-kader yang memiliki pemahaman yang baik tentang politik dan berperan aktif dalam memajukan bangsa. Mari bersama-sama kita menjaga semangat demokrasi dan berkontribusi positif dalam perjalanan bangsa,” pungkasnya. (yog)






