Sidoarjo (beritajatim.com) – Menggegerkan, ketenangan warga RT 14 RW 3 Desa Glagaharum Kecamatan Porong Sidoarjo usai menunaikan salat maghrib, mendadak pecah.
Pasalnya, Taslimah (59) warga setempat, ditemukan tak bernyawa di dalam rumahnya,diduga korban pembunuhan. Kondisi korban juga ditemukan sangat memprihatinkan Jumat (30/1/2023).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kondisi korban ditemukan pertama kali oleh Leni, adik kandung korban. Sebelumnya, Leni mendapatkan kabar dari tetangga kakaknya Wiwik yang menyatakan mencium bau tak sedap dari dalam rumah korban.
Kecurigaan Wiwik bertambah, melihat burung keluar masuk dari rumah korban. Hal tersebut juga dilaporkan adik korban. “Setelah laporan, saya datangi rumah kakak, dan kondisi kakak sudah meninggal dengan kondisi memprihatinkan,” kata Leni kepada petugas.

Leni juga melihat ada kejanggalan dengan kematian kakaknya, yang meninggal seperti diperkosa dan dibunuh oleh orang.
Di lokasi, tetangga korban ada juga yang menyatakan kondisi korban ditemukan dalam kondisi tidak memakai baju. “Tangan dan kaki seperti diikat. Sebelum meninggal, korban sepertinya diperdaya oleh pelaku,” ucanya.
Selama ini, lanjut dia, korban hidup sendirian. Korban juga selama ini terlihat seperti orang yang lagi stres berat. Listrik rumah korban akhir-akhir ini juga terlihat padam, kabarnya sudah diputus oleh pihak PLN.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pembunuhan-sidoarjo”]
Yuk Mah, sapaan akrab korban itu, semasa mudanya orangnya cantik. Bahkan almarhumah juga pernah dipersunting oleh Erent ekspatriat dari Austria.
“Informasinya Erent itu seorang militer yang bertugas untuk PBB. Dulu kala, sering datang ke Glagaharum sini. Pria bule itu juga mahir bahasa Indonesia, dan ngobrol sama orang-orang sini. Konon khabarnya Yuk Mah itu dapat bule tersebut, kenal di Bali. Korban pernah bekerja di Bali lama, dan pulang dengan suami bulenya itu. Kabar terakhir, Erent juga dikabarkan meninggal di Austria,” paparnya. (isa/ted)






