Malang (beritajatim.com) – Lima mahasiswa UB sukses menyabet penghargaan special award dan silver medal pada kompetisi Seoul International Invention Fair 2022. Kompetisi Seoul International Invention Fair diikuti oleh lebih dari 600 peserta dari 30 negara.
Kalima mahasiswa tersebut atas nama Fahrur Rozi dari Fakultas Hukum, Nadia Sheren Maulina dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jefry Andy Agusty dari Fakultas Peternakan PSDKU UB Kediri, Malik Fajar dari Fakultas Pertanian, dan Rimul Azilah dari Fakultas Ilmu Komputer. Mereka memanfaatkan potensi kelor di tempat asalnya, Kabupaten Sumenep, Madura.
Koordinator tim, Rozi menjelaskan bahwa di tempat asal mereka, Sumenep, kelor merupakan salah satu komoditas asli yang saat ini juga sedang digandrungi oleh banyak investor asing. Oleh karena itu, tim berinovasi membuat produk berbahan dasar kelor, sekaligus memanfaatkan batangnya yang biasanya berakhir jadi limbah.
[berita-terkait number=”5″ tag=”UB”]
“Batang kelor, ujarnya, memiliki kadar antioksidan tinggi. Pengujian di laboratorium pun sudah dilakukan tim di Fakultas Teknologi Pertanian. Hasilnya, kadar antioksidan dalam teh batang kelor kami mencapai 30, yang terbilang cukup tinggi,” ujarnya.
Tiap batang kelor, kata Rozi, punya kandungan senyawa yang bermanfaat sebagai antitumor, antipiretik, antiepileptik, antiinflamatori, antipasmodik, diuretik, antihipertensi, menurunkan kolesterol, antioksidan dan antidiabetik. Ekstrak tangkai kelor memiliki kandungan senyawa alkaloid, sinin, dan tanin yang dapat menyebabkan antioksidan sehingga bisa digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
“Manfaat yang ada dalam tangkai kelor ini akan disandingkan dengan teh hijau yang juga memiliki banyak kandungan manfaat berupa polifenol yang juga merupakan antioksidan,” papar Rozi.
Dia berharap produk yang diberi Morish Tea dapat memanfaatkan limbah kelor serta mampu mewujudkan SDGs 2030 pada poin ketiga yaitu kehidupan sehat dan sejahtera. Melalui produknya, diharapkan juga mampu memberikan kehidupan yang sehat dan turut mengurangi angka kemiskinan dengan pemberdayaan masyarakat di daerah Sumenep, Madura.
Ke depan, mereka berencana mengembangkan Morish Tea agar siap jual. “Kami juga sudah bekerjasama dengan halal Sumenep dan bermitra dengan beberapa pengusaha di Sumenep. Saat ini sudah memperoleh izin PIRT dan sedang proses sertifikasi halal,” tutupnya. (dan/kun)






