Surabaya (beritajatim.com) – Jika puasa membuat sebagian orang merasa lemah lunglai tak berdaya, namun hal ini seolah tak berlaku pada pemain sepakbola, khususnya di Eropa.
Meski terdengar atau terlihat sulit untuk berpuasa dan tetap bertanding sepak bola selama 90 menit. Namun tim dan pemain, sepertinya telah bertemu cara agar tetap bugar. Bahkan beberapa pemain secara mengejutkan justru menjadi lebih baik selama menjalani puasa ramadhan.
Selama ramadhan kebanyakan orang terpaksa tidur lebih sedikit sebab mereka harus makan ketika waktu sahur. Beberapa studi telah menjelaskan jika selama bulan Ramadhan, pemain yang berpuasa menunjukkan kelelahan otot yang lebih berat, memiliki kekuatan otot yang lebih sedikit, dan menunjukkan penurunan kecepatan, kelincahan, dribbling, serta daya tahan.
Namun, sebuah penelitian lain pada 85 pemain profesional Tunisia membuktikan jika selama bulan Ramadhan, performa para pemain dalam tes kecepatan, kelincahan, passing, dan dribbling justru meningkat secara bertahap.
Hingga pada akhirnya mencapai level yang sama seperti saat sebelum Ramadhan, bahkan beberapa ada yang baik. Hal Ini juga nampak ketika mereka menjalani pertandingan persahabatan kontra Portugal di tahun 2018 lalu.
Ramadhan mungkin dapat membebani seseorang secara fisik. Namun, secara mental, puasa justru bisa membantu seseorang lebih kuat.
Ada penjelasan tentang periode yang lama saat perut jauh dari makanan bahwa sesungguhnya dapat membawa seseorang ke alam sadar yang lebih dalam. Sehingga hal ini bisa mengendalikan pikiran dan emosi pada taraf yang lebih tinggi.
Dr Zafar Iqbal, seorang dokter muslim di klub Crystal Palace menjelaskan bahwa para pemain yang berpuasa meningkat secara mental.
[berita-terkait number=”3″ tag=”sepakbola”]
“Para pemain yang melakukan puasa dan pernah saya tangani, semuanya berkata jika puasa membantu mereka secara mental, mereka merasa lebih disiplin dan menghargai apa yang mereka milik,” katanya.
Meski tidak mudah untuk berpuasa Ramadhan selama pertandingan. Namun para pemain sepakbola tangguh telah menunjukkannya dalam kondisi pertandingan terpanas, terberat, dan terpenting sekalipun bisa untuk mereka lalui. (dan/ian)






