San-Sebastian (beritajatim.com) – Klub-klub Liga Premier Inggris dikenal sebagai kekuatan besar di kompetisi Eropa. Namun, hasil yang diraih Manchester United dan Tottenham Hotspur di leg pertama 16 besar Liga Europa musim ini memunculkan kekhawatiran. Kedua tim gagal menang dalam laga tandang mereka, menempatkan mereka dalam posisi sulit menjelang leg kedua.
Manchester United hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Real Sociedad di Estadio de Anoeta. Sementara itu, Tottenham Hotspur harus mengakui keunggulan AZ Alkmaar setelah kalah 0-1 di AFAS Stadion.
“Kami mengendalikan permainan hingga hadiah penalti (bagi Sociedad, Red) itu terjadi. Ketika momentum berubah, Anda menjadi lebih cepat lelah,” ujar pelatih United, Ruben Amorim, kepada BBC.
United sempat unggul lebih dulu melalui gol Joshua Zirkzee pada menit ke-57. Namun, penalti Mikel Oyarzabal di menit ke-70 membuat mereka harus puas dengan hasil imbang. Tottenham, di sisi lain, gagal mencetak gol dan harus menyerah lewat gol tunggal AZ Alkmaar.
Dengan hasil ini, United dan Spurs harus berjuang keras di leg kedua. United wajib menang di Old Trafford untuk melaju ke perempat final, sedangkan Tottenham membutuhkan kemenangan dengan selisih dua gol di Tottenham Hotspur Stadium.
Jika kedua tim gagal melaju, ini akan menjadi pukulan besar bagi dominasi Liga Premier di Liga Europa. Sejak musim 2015-2016, belum pernah terjadi tidak ada wakil Inggris di perempat final kompetisi ini. Apakah ini menjadi pertanda bahwa dominasi Liga Premier mulai goyah di Eropa?
Leg kedua akan menjadi ujian krusial bagi Manchester United dan Tottenham Hotspur untuk membuktikan bahwa mereka masih layak bersaing di level tertinggi. [dio/beq]






