Jember (beritajatim.com) – Manajemen baru klub sepak bola Persid (Persatuan Sepak Bola Indonesia Djember) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan berguru kepada Persebaya Surabaya. Persid juga akan memaksimalkan penggunaan teknologi digital.
Hal ini dikemukakan M. Sholahuddin Amrulloh, tokoh kelompok suporter South Sector yang ditunjuk menjadi manajer Persid, Rabu (23/8/2023). “Pasti kami belajar dari manajemen Persebaya. Ke depan kami akan mencoba seperti Persebaya,” kata pria yang akrab disapa Jo ini.
Persid saat ini berada di Liga 3 dan pernah menjuarai Dvisi II 2002. Sejak berdiri pada 20 Mei 1952, klub berjuluk Macan Raung ini tidak pernah merasakan level teratas dalam piramida kompetisi sepak bola nasional Indonesia.
Jo mengatakan, selain manajemen klub, akan ada tim yang mengurus teknologi informasi atau teknologi digital untuk Persid. “Sudah beres semua. Sudah saya siapkan. Website sudah ada, persidjember.id, tapi kontennya belum ada karena saya masih harus bertemu Bupati Hendy Siswanto dan Dinas Pemuda dan Olahraga,” katanya.
Rencananya, manajemen akan membentuk divisi terrsendiri yang menangani konten media Persid. “Kami akan minta bantuan kepada teman-teman jurnalis untuk membentuk semacam forum penulis seperti Bonek Writers Forum. Kami di Jember akan mengumpulkan (penulis dan kreator konten). Intinya kita bareng-bareng,” kata Jo.
Jo berharap semua pemangku kepentingan bersinergi mendukung Persid. “Kami akan berkomunikasi dengan semua pihak, bahwa Persid ini identitas Kota Jember, kebanggaan Kota Jember. Persid tidak untuk dipertanyakan, tapi untuk diperjuangkan,” katanya.
Bagaimana dengan pendanaan? “Kami tidak akan mengajukan dana dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) Kabupaten Jember. Kami mencoba sebisa mungkin ‘disangga bareng arek-arek’. Kami akan cari sponsor,” kata Jo.
Jo sudah memiliki daftar calon sponsor. “Tinggal melakukan pertemuan. Kemarin kami menunggu surat keputusan yayasan kepada kami,” katanya. [wir]






