Ponorogo (beritajatim.com) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Ponorogo sepanjang Selasa (31/5) malam, membuat beberapa sungai meluap.
Akibatnya sejumlah wilayah di Ponorogo tergenang air. Salah satunya di Jalan Poncowolo dan Jalan Ontoseno di Kelurahan Kepatihan Ponorogo. Di jalan Poncowolo bagian dalam pun, ketinggian air mencapai 130 centimeter.
“Banjir terjadi mulai subuh tadi, memang tadi malam huja deras,” kata salah satu warga bernama Asaroh (63), Rabu (1/6/2022).
Asaroh bercerita daerahnya di Jalan Poncowolo ini memang sudah langganan banjir setiap hujan deras terjadi. Hal itu dikarenakan tanggul sungai disebelah utara di Desa Beton tidak kunjung diperbaiki.
Sehingga jika setiap hujan deras, dan air meluap pasti meluber ke daerahnya. Bukan hanya pemukiman, air juga menggenangi sawah-sawah yang disekitar tanggul yang jebol tersebut.
“Ya harapannya tanggul yang sebelah utara di sungai Desa Beton itu segera diperbaiki. Sehingga sama seperti di sisi selatan. Sebelum tanggul di sisi utara jebol, daerah sini tidak banjir,” katanya.
Penyebab terjadinya banjir di daerah Jalan Poncowolo karena tanggul sisi utara sungai di Desa Beton yang jebol itu dibenarkan oleh Kalaksa BPBD Ponorogo Jamus Kunto. Dia menyebut banjir di daerah Jalan Poncowolo bisa teratasi jika tanggul di Desa Beton segera dibangun.
Aliran air dari sungai Keyang arah selatan belok ke arah, sebelum masuk ke jembatan Paju, ada tikungan sungai di sisi kanan belum ditanggul. Akibatnya tanah disitu terus tergerus. Ditambah lahi lingkungan sekitar sungai itu sedimen numpuk dan belum dibersihkan.
“Akhirnya menjadi semacam sumbatan, akhirnya airnya melimpah ke kanan samapi ke utara lurus sampai ke belakang di SMKN 2 Ponorogo dekat jalan Poncowolo,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-ponorogo”]
Namun, kata Jamus banjir di Jalan Poncowolo mulai surut, ketinggian air di jalan tinggal 50 centimeter. Sebelumnya sekitar pukul 05.30 WIB, ketinggian air sampai sepinggang orang dewasa. BPBD Ponorogo, kata Jamus menerjunkan 25 orang dari tim reaksi cepat (TRC). Mereka mengawasi banjir yang menerjang beberapa daerah di bumi reog.
“Karena sudah langganan banjir, warga bertahan di rumah tidak ada yang mengungsi. Semoga tidak hujan lagi, sehingga harapannya bisa segera surut,” pungkasnya. (end/ted)






