Surabaya (beritajatim.com) – Memasuki bulan Desember, kalian pasti melihat dekorasi dengan warna merah dan hijau bertebaran. Terlebih ketika mendekati tanggal 25 Desember, di mana umat nasrani merayakan hari raya kelahiran Yesus Kristus atau lebih dikenal dengan perayaan Natal.
Tak heran jika mulai dari pusat perbelanjaan, kantor, sekolah, rumah, dan tempat – tempat lainnya dihias dengan pernak – pernik bertemakan Natal dan identik dengan warna merah dan hijau. Nyatanya, penggunaan dua warna tersebut tidak dipilih secara asal lho, melainkan ada sejarah yang melatarbelakanginya.
Lebih jelasnya, berikut ini adalah awal mula penggunaan warna merah dan hijau sebagai ciri khas Hari Natal.
[berita-terkait number=”5″ tag=”sejarah”]
Sejarah Warna Merah dan Hijau pada Hari Natal
Penggunaan dua warna ini bermula dari kebiasaan bangsa Keltik Kuni di Eropa berabad – abad lalu. Pada zaman itu, banyak orang menggunakan tanaman holly yang untuk menghias rumah menyambut musim dingin tiba. Tanaman satu ini memiliki daun berwarna hijau tua dengan buah kecil berwarna merah cerah.
Bangsa Keltik Kuno percaya bahwa tanaman holly merupakan tanaman suci penjaga bumi, juga sebagai simbol perlindungan dan keberuntungan yang akan menyertai penghuni rumah pada tahun selanjutnya, terutama pada masa winter solstice atau titik balik matahari di musim dingin. Selain itu, warna tanaman holly yang mencolok juga akan terlihat cantik di atas salju yang putih.
Tradisi ini pun terus berlanjut hingga abad ke – 14. Lama kelamaan, setiap Natal di musim dingin orang – orang akan menghias rumah dengan dekorasi berwarna merah dan hijau yang akhirnya menjadi ciri khas Natal.
Iklan Coca – Cola
Meski telah digunakan selama berabad – abad lamanya, warna merah dan hijau sebagai warna khas Natal ini baru populer di tahun 1930-an, tepatnya setelah digunakan sebagai iklan oleh produk minuman bersoda, Coca – Cola.
Pada tahun tersebut, Coca – Cola merekrut Haddon Sundblom, seorang ilustrator asal Michigan. Sundblom akhirnya menggambar Sinterklas dengan kostum berwarna merah dan putih, ditambah latar belakang yang berwarna hijau. Gambar tersebut pun akhirnya menjadi ikonik dan mengubah pandangan orang Amerika terhadap suasana Natal.
Ikon ini pun menyebar ke seluruh dunia dan hingga kini sosok perawakan berbadan besar, berjenggot putih panjang dan dengan kostum merah ini pun dipercaya sebagai sosok ‘asli’ dari Sinterklas.
Makna Warna Merah dan Hijau
Di sisi lain, warna merah juga melambangkan darah Yesus Kristus yang ditumpahkan saat ia disalib. Warna ini juga menjadi lambang akan Roh Kudus yang penuh dengan keberanian dan kesetiaan.
Selain itu, kalian juga pasti mengenal jika warna merah banyak dikaitkan dengan perasaan cinta, yang mana sangat cocok dengan perasaan bahagia saat Natal karena berkumpul dengan orang – orang yang disayang dan dicintai.
Sementara itu, warna hijau yang berasal dari pohon Natal atau pohon cemara bermakna kehidupan kekal dan juga rasa syukur. Umat Kristiani pun meyakini bahwa warna hijau melambangkan kehidupan Yesus Kristus yang abadi.
Meski masih beberapa hari lagi, rasanya sudah tidak sabar untuk segera merayakan kebahagiaan Natal bersama keluarga, sahabat, atau dengan pasangan. (mnd/nap)






