Blitar (beritajatim.com) – Bupati Blitar, Rini Syarifah hingga saat ini masih “menghilang”. Perempuan yang akrab disapa Mak Rini tersebut hingga saat ini belum juga nampak ke publik dan menjalankan tugas sebagai Bupati Blitar usai kekalahan di Pilkada 2024 kemarin.
Keberadaan Mak Rini dipertanyakan oleh sejumlah pihak. Bukan hanya itu, menghilangnya Mak Rini tersebut juga menimbulkan pertanyaan besar bagaimana jalannya Pemerintahan Kabupaten Blitar di awal 2025 ini.
Terkait hal itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, M. Rifa’i pun angkat bicara. Menurut Rifa’i sudah seharusnya Mak Rini tetap menjalankan tugasnya sebagai Bupati Blitar dan berkoordinasi serta berkonsolidasi untuk menjalankan APBD 2025.
“Ya memang, tidak harus hadir secara fisik namun menjadi kewajiban beliau untuk koordinasi dan konsolidasi terkait pelaksanaan APBD 2025,” ungkap M. Rifai’i, Selasa (7/1/2025).
DPRD Kabupaten Blitar pun meminta agar Mak Rini bisa berkoordinasi dan konsolidasi dengan sejumlah pihak. Sehingga APBD 2025 bisa berjalan dengan baik dan berdampak positif untuk masyarakat.
“OPD-OPD itu dipanggil untuk koordinasi dan konsolidasi soal program kerja,” sarannya.
Pada awal 2025 ini, Pemerintahan Kabupaten Blitar memang masih dipimpin oleh Rini Syarifah. Ketua DPC PKB tersebut masih akan menjabat sebagai Bupati Blitar hingga bulan februari 2025 mendatang.
Sehingga masih menjadi kewajiban Mak Rini untuk memimpin Kabupaten Blitar hingga bupati terpilih dilantik. Masyarakat pun tentu mengharapkan Bupati Blitar untuk kembali muncul ke publik dan memberikan rasa yakin terhadap kinerja masyarakat daerah.
“Itu wajib (hadir) itu menjadi kewajiban beliau (koordinasi dan konsolidasi) antar OPD,” tegasnya. [owi/beq]







18 Komentar
Mungkin malu kalah pilkada
Ya seharusnya tetap masuk kerja jalankan sisa masa jabatannya meski KEOK dalam PILBUP kemarin. Sungguh Ironi dan Ora Mbejaji kalau sampai gak masuk kerja dan cuek bebek. Menowo jak ngopi karo kroni kroni ne setelah baca komen saya
woeeee sigit, bian dan konco2 podo nek ndi ? wkwkwkwkw ndelik ye
Hoalah mak mak nggak usah nelongso kalah pilkada. Lha memang sampean yo ora ngopeni kabupaten Blitar kalah yo wajar, normal, masuk akal sehat.
Kira kira ada gak laporan pertanggungjawaban selama jadi bupati.,..kok gak nongol blas ngono kui Sik oleh gaji gak … ketua PKB kab.blitar loo 🤔🤔🤔🤔
kontestasi pilkada ya harus siap menang / kalah udah biasa itu, kalo takut kalah ngk usah ikut pilihan kayak calon2 yang masang gambar tapi ngk jadi maju dulu itu.
Mak Rini menangis di pojokan atau mungkin lagi topo ng gunung gedang… Hehe
Kurang py tanggung jawab
piye to bupati iki isinnan
Kalah menang soal biasa tapi bukan begitu caranya, mestinya harus legowo dan tetap menjalankan pemerintahan, dan ada kesempatan waktu untuk berpamitan, yg namanya pilihan ada menang ada kalah. …ayo bu ke kantor hadapi dg tegar
Mak Rini salah satu Srikandi terbaik Blitar, pasti akan secepatnya maju ke Medan laga menjalankan tugas negara yg masih tersisa, sportifitas adalalah senjatanya, legowo merupakan pegangannya,
Monggo Mak tetap tersenyum, Kaulah salah satu wanita yg bernyali menantang para jagoan laki2, bertempur mempertaruhkan harga diri sebagai Bupati. Tapi sebagai ksatriya sejati hrs siap menghadapi segala resiko yg terjadi, Jenengan pasti bisa, Monggo segera kembali, dg khas senyuman yg menawan hati sebagai Srikandi Ibu Pertiwi.
Dasare kemampuan kepemimpinan tidak ada jadi tdk tahu harus bagaimana apa lagi dia incomben yg kalah dalam pemilu
Mak Rini Ki asline wong ngendi to bolo..q kk tau krungu gosib¹ lek Mak Rini uduk wong Blitar asli..ngapunten mek pingin ngerti ae .
Asli uduk e aku gk paham,cuma dia dulu sekolah di sman garum,alumni 1995
Kalau gak bertanggung jawab didunia biar besuk ditanya di akhirat, gitu aja kok repot kata Gus Dur
Mungkin kecewa karena kalah sdh habis uang banyak kalah juga ngene kali
wahhhh di sekitar mak rini ada ibu asmaning ayu, bapak sahrial amri, bapak agung andoko putro.
yuk kasi jempol kepada mereka, karena ikut dalam proses hukum “bongkar kasus korupsi (0) NOL rupiah” di bumd kabupaten blitar (bank penataran ).
Makan gaji buta..