Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa Untag Surabaya membuat peta penyebaran gizi buruk di wilayah Jatim. Dia adalah Rizky Fajar Hidayat, Mahasiswa Teknik Informatika Fakultas Teknik.
Inovasi ini dibuat untuk memperbaiki sistem pemetaan penyebaran gizi buruk yang dimiliki Dinas Kesehatan Jatim, dimana masih bersifat akumulatif hanya menampilkan angka dan data. “Penelitian ini dilatarbelakangi sistem informasi gizi buruk milik Dinkes Jatim yang masih sekadar menampilkan angka-angka dan data yang sifatnya akumulatif,” kata Fajar, Selasa (15/8/2023).
Memakai algoritma K-means Clustering, detail kondisi potensi gizi buruk di Jatim akan dimunculkan secara kumulatif. “Saya menciptakan sistem informasi pemetaan penyebaran gizi buruk di wilayah Jatim dengan penambahan bentuk visualisasi,” ujarnya.
Fajar mengungkapkan, platformmya itu memiliki keunggulan sistem informasi untuk menampilkan bentuk visualisasi peta. Selain itu, bisa melihat detail penyebaran dan tingkat penyebaran di suatu daerah.
Dengan menggunakan algoritma K-means Clustering, sistem informasi gizi buruk juga bisa memungkinkan untuk menampilkan pengelompokan wilayah kasus penyebaran gizi buruk di Jatim. “Dengan algoritma itu bisa menghasilkan tiga klaster wilayah dengan tingkat kerentanan kasus penyebaran gizi buruk berdasarkan kota atau kabupaten, yakni tingkat tertinggi, rentan, dan rendah,” ungkapnya.
Sistem informasi itu menggunakan laman dengan fitur yang inovatif, salah satunya fitur pelaporan. “Aplikasi ini dijalankan melalui website. Halaman utama terdapat peta visualisasi titik penyebaran gizi buruk beserta detail penyebarannya,” katanya.
Selain itu, laman ini dilengkapi dengan fitur pelaporan sehingga para pengguna dapat memasukan data gizi buruk secara mandiri yang kemudian nanti divalidasi oleh admin ke peta di halaman utama.
Fajar berharap dengan adanya sistem informasi pemetaan penyebaran gizi buruk ini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dan pemerintah untuk melihat kasus-kasus gizi buruk. “Masyarakat dapat melihat dan melapor, juga Dinkes Jatim dapat melakukan peninjauan dan analisis yang jauh lebih baik,” tuturnya. [ipl/kun]
BACA JUGA:Di Untag Surabaya, GDC Cloud Bahas Teknologi Terkini






