Jember (beritajatim.com) – Manajemen waktu adalah resep utama untuk mencetak prestasi. Itu sudah dibuktikan Avina Nakita Octavia, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang menjadi salah satu dari lima perwakilan pemuda Indonesia di ajang 1st ASEAN Youth Dialogue.
“Manajemen waktu merupakan ketrampilan dasar bagi kita para pemuda di era Revolusi Industri 4.0. Bagaimana kita mampu beradaptasi dengan perubahan tatanan hidup yang semakin cepat, membaca peluang dan menghadapi tantangan, itu semua dimulai dari diri sendiri, karena menjadi tanggung jawab setiap pemuda untuk mengisi waktunya dengan hal yang bermanfaat,” kata Avina, sebagaimana dilansir Humas Universitas Jember, Jumat (12/8/2022).
Avina terbang ke Kamboja pada 24 – 27 Juli 2022 untuk terlibat dalam Kegiatan kongres pemuda ASEAN. Selain dia, ada Alfin Nurul Firdaus, Bernhard Farras Sukandar, Betzy Alimanda Ansori, dan Lukas Kbarek. Masing-masing mewakili unsur-unsur pemuda lainnya di Indonesia.
[berita-terkait number=”4″ tag=”universitas-jember”]
Bersama perwakilan Indonesia lainnya, dia membahas permasalahan yang dihadapi pemuda di era Revolusi Industri 4.0. Mereka juga memperkenalkan baju adat Papua dan keindahan kebaya saat makan malam.
“Kami unjuk kebolehan menampilkan tari Gemufamire dari Nusa Tenggara Timur. Melalui berbagai kegiatan ini kami para pemuda Indonesia menjadi lebih terkoneksi, bukan saja karena kami memiliki isu penting yang harus dipecahkan bersama tetapi karena kami juga saling memahami melalui kebudayaan,” kata Avina.
Avina berangkat ke Kamboja setelah esainya yang bertajuk Human Capital Development in the Era of Fourth Industrial Revolution: The Role and Digital Innovation memukau juri. Apalagi dia pernah menjadi Duta Muda ASEAN 2019 dan anggota Laskar Rempah dalam kegiatan Muhibah Jalur Rempah yang digagas oleh Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek tahun ini. [wir/ted]






