Malang (beritajatim.com) – Asri Makrifatul Hidayah, Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), bersama empat orang teman sukses meningkatkan minat belajar siswa. Mereka tergabung dalam Program Kampus Mengajar Angkatan 4 yang dimulai 1 Agustus 2022 hingga 1 Desember 2022.
Kelima mahasiswa tersebut ditempatkan di SMP Banyulegi sekolah swasta di Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto dengan total 17 siswa. Selama kegiatan, Asri bertugas untuk mengajar literasi dan numerasi. Selain itu, dia juga mengenalkan teknologi kepada siswa.
“Pendidikan sekarang ujian dalam bentuk Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) bagi kami mengenalkan perangkat teknologi seperti laptop merupakan hal yang sangat penting,” ujar Asri Makrifatul Hidayah pada Selasa (22/11/2022).
Saat proses belajar mengajar, Asri mengamati siswa di SMP Banyulegi punya minat belajar yang tergolong rendah utamanya dari segi baca, tulis, menghitung (Calistung). Salah satu penyebabnya karena kondisi sekolah yang kurang baik. Namun Asri bersama keempat mahasiswa lain berusaha melakukan tugas dengan semangat.
Sebelum mengenalkan penggunaan teknologi di kelas, Asri bersama timnya membagi tugas dalam proses belajar mengajarnya. Mulai dari penentuan metode pembelajaran sampai aktivitas di sekolah yang dapat membangkitkan semangat belajar siswa.
Asri menjadi koordinator kegiatan literasi yang berlangsung setiap pagi. Untuk numerasinya biasanya biasa dilakukah saat jam kosong kegiatan belajar mengajar. Setelah literasi biasa melakukan numerasi di kelas untuk menghafalkan perkalian dan pembuatan soal cerita.
“Pembelajaran literasi bisa kami lakukan saat pagi sebelum kegiatan belajar mengajar. Untuk buku bisa dari buku fiksi maupun non fiksi sembari mengenalkan siswa bagaimana cara identifikasi buku seperti nama penerbit, siapa penulis buku, judul buku dan hingga merangkum isi buku yang sudah dibaca,” jelas Asri menceritakan kegiatannya.
Selain itu, bersama tim dia memberikan pengertian untuk peduli lingkungan. Mulai dari hal paling membersihkan lingkungan kelas dan sekolah. Lalu belajar jual beli, dengan membuat booth toko serba kecil-kecilan dari meja dan kursi. Setiap minggu, siswa diajak untuk senam pagi.
Di sela-sela mengajar tersebut, Asri bersama tim mengenalkan siswa dalam menggunakan laptop. Tujuannya agar dapat beradaptasi mengoperasikan perangkat tersebut. Karena fasilitas komputer belum ada, Asri bersama tim membawa laptop sendiri.
[berita-terkait number=”4″ tag=”unikama”]
“Awalnya kita mengenalkan cara membuka, mematikan laptop. Di lanjutkan dengan menjelaskan cara pengoprasian miscrosoft word dan langsung praktek untuk melakukan pembuatan surat di microsoft word. Dilanjutkan mengoperasikan microsoft excel, dan kami juga mengenalkan power point.” pungkasnya.
Asri memandang program kampus mengajar begitu bermanfaat. Ia bisa berbagi ilmu yang didapat dari kampus untuk disalurkan ke sekolah. Ia juga bisa dapat pengalaman yang tidak diajarkan di kampus, bahkan Asri bersama tim bisa membantu urusan administrasi sekolah.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Dinas Pendidikan, ataupun Pihak ketiga lainnya bisa memperhatikan SMP Banyulegi ini. Salah satunya adalah dengan memperbaiki gedung, instalasi listrik, dan bantuan pemenuhan fasilitas atau sarana dan prasarana sekolah yang salah satunya adalah kamar mandi,” tutup Asri. [dan/but]






