Surabaya (beritajatim.com) – Inovasi rantai pasok rumput laut karya mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) menembus jajaran teratas nasional.
Startup NauticalNurture yang digagas Albert Rafael terpilih sebagai TOP 3 Pertamuda Seed and Scale 2025 untuk kategori Energy Founder, subkategori Energy Optimization.
Albert mengaku tidak menyangka proyek yang dirintis setahun terakhir itu bisa menembus panggung utama. Ia bahkan sempat ragu mampu membawa inovasi tersebut berkembang lebih jauh.
“Pertama kali ikut Pertamuda, saya sempat gemetar. Senang, tapi juga takut apakah kami bisa mengembangkan ini lebih jauh atau tidak,” ujar Albert, Rabu (19/11/2025).
NauticalNurture dirancang sebagai sistem operasi digital berbasis B2B yang menargetkan persoalan klasik sektor maritim, rantai pasok rumput laut yang tidak efisien.
Platform ini menawarkan ekosistem yang lebih transparan dan dapat diaudit, agar industri hilir bisa mengakses biomassa rumput laut berkualitas secara berkelanjutan.
“Kami ingin membangun rantai pasok yang efisien, terukur, dan memastikan standar mutu bahan baku,” kata Albert.
Platform tersebut bertumpu pada tiga pilar, yaitu validasi kualitas berbasis AI, marketplace B2B yang menghubungkan petani dengan industri, dan pemberdayaan mitra lokal untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan petani pesisir.
Albert menegaskan bahwa visi jangka panjangnya adalah membuka potensi ekonomi maritim sekaligus meningkatkan taraf hidup puluhan ribu keluarga petani rumput laut di wilayah pesisir.
Keberhasilan ini juga mempertegas bahwa transformasi digital di sektor maritim bukan lagi slogan. NauticalNurture dinilai membawa pendekatan baru dalam upaya memperkuat ekonomi biru nasional.
Di subkategori Energy Optimization, Albert bersaing bersama dua startup lain yang juga masuk TOP 3, antara lain VELAARIS dari Universitas Indonesia dan Drillytics dari Institut Teknologi Bandung. [ipl/ian]






