Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa UK Petra Surabaya menggelar pengabdian masyarakat di Dusun Tlocor, Sidoarjo. Setidaknya ada 102 mahasiswa dari Civil Engineering dan Architecture yang turut dalam kegiatan tersebut.
Di sana, mereka berkolaborasi merangkai spot foto berbahan barang bekas dan memasang filter balam atau filter yang dipakai untuk penjernihan air payau.
“Semoga tidak hanya bermanfaat bagi para warga saja, tetapi para mahasiswa juga dapat menerapkan ilmu yang telah dimiliki untuk melayani dan membantu sesama sehingga lahirlah pelopor-pelopor masa depan,” ujar Ketua Pengabdian Masyarakat ACCESS (Architectures Civilers Collaboration Expedition of Social Service), Winston Sujayaputera, Selasa (28/3/2023).
BACA JUGA:
UK Petra Surabaya Wisuda 516 Mahasiswa, Begini Pesan Rektor
Winston menjelaskan, pengabdian ini berangkat dari permasalahan air keruh yang tak kunjung usai, khususnya bagi masyarakat di kawasan pesisir. Ia menyebut, tercampurnya sumber air tanah dan air laut membuat sumber air menjadi payau dan tidak layak konsumsi.
Namun, selain menanggapi isu tersebut, para mahasiswa juga membuat tiga spot foto di Wisata Bahari Tlocor (WBT). Uniknya, salah satu spot foto dibuat dari bahan bekas, yakni ban.
Dosen Pembimbing ACCESS 2023 Surya Hermawan mengungkapkan, bahwa dalam pelaksanaannya para mahasiswa mengaku menemui sejumlah kesulitan dan tantangan. Salah satunya karena tingginya kandungan lumpur dalam sumber air.
BACA JUGA:
Mahasiswi UK Petra Surabaya Juarai Muslim Fashion Festival Plus 2023
Kendati demikian, lanjut dia, kegiatan peresmian filter air dan spot foto baru WBT tetap berjalan lancar. “Alat penjernih (filter) butuh dimodifikasi dan dirawat secara khusus setiap harinya karena tebalnya kandungan lumpur dalam air,” ujar Surya. [ipl/but]






