Malang (beritajatim.com) – Tujuh mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang (FMIPA UM) mengikuti program summer course di Fakulti Sains dan Sekitaran Marin (FSSM), Universiti Malaysia Trengganu (UMT). Tak hanya summer course, FMIPA UM juga melangsungkan benchmarking kurikulum.
Agenda itu dilangsungkan pada bulan Mei lalu. Tujuh mahasiswa summer course antara lain, Anggi Dwi Prastiwi, Fidela Apta Lathifa, Estuning Tyas, Ken Raos Regina, Lea Assyifa, Shinfa Auliya Ary Rahayu, dan Zahwa Shafina dari prodi Bioteknologi. Tiga mahasiswa dari Departemen Kimia, yaitu Cahya Abdidharma, Talitha Salwa Rahmawati, dan Tarisma Fitriya Sari.
Summer course ini merupakan salah satu Program inbound mobility program yang diselenggarakan oleh UMT, dengan kegiatan utamanya berupa sampling and field-laboratory.
“Keramahan dari sivitas akademik Departemen KAP FSSM UMT sudah dirasakan sejak pertama kali kami disambut di Bandara Sultan Mahmud Kuala Trengganu,” ujar Fidela Apta Lathifa salah satu peserta Summer Course.
Ia menceritakan summer course dilangsungkan selama tiga hari. Hari pertama kegiatan diawali dengan mini symposium bertema chemistry for a greener world: bridging science and sustainability. Setelah itu, dilanjutkan dengan tour mengunjungi Galeri INOS UMT dan Laboratorium Ship Handling Simulato.
“Seusai tour mengelilingi UMT, Tim FMIPA UM berangkat ke Kenyir Research Station (SPAK), lokasi di mana kegiatan sampling and field-laboratory dilaksanakan,” kata Fidel.
Hari kedua timnya melakukan water sampling, soil sampling, analytical instrument practice, dan atmosphere and noise sampling. Dalam melaksanakan kegiatan, peserta Summer Course dibagi menjadi beberapa kelompok yang anggotanya terdiri dari Mahasiswa FMIPA UM dan Mahasiswa FSSM UMT.
“Saat hari ketiga, kegiatan yang dilakukan yaitu topografi. Peserta melakukan tracking mengelilingi SPAK dengan menandai beberapa titik posisi dan menganalisis ketinggian posisi tersebut. Tidak hanya belajar, setelah kegiatan summer course selesai, kami diajak berkeliling Kuala Terengganu untuk mengenali budaya, makanan khas, dan tempat-tempat iconic seperti Kuala Terengganu Drawbridge, Pasar Payang, Terengganu State Museum, dan Masjid Kristal,” kisahnya.
BACA JUGA:
Khofifah Ajak Pengusaha Sumbar Tanam Investasi di SIER
Menurut mahasiswa bioteknologi ini, summer course ini memberi banyak pengalaman bermanfaat kepada. Kegiatan tersebut, membuat dirinya bisa bertukar pengalaman dengan mahasiswa dari FSSM UMT. Ia juga mendapat teman baru, dan memperluas relasi antar negara.
“Harapan kami untuk Mahasiswa FMIPA UM setelah mengikuti kegiatan Summer Course, yaitu dapat mengimplementasikan ilmu baru yang telah didapat, bertanggung jawab, dan senantiasa mengharumkan nama FMIPA UM khususnya Prodi Sarjana Bioteknologi Departemen Sains Terapan,” tutup Fidel.
Semantara itu, Benchmarking kurikulum dimulai dengan pemaparan sajian mata kuliah pada program bachelor di-Analytical and Environmental Chemistry Department FSSM UMT oleh Assoc. Prof. Dr. Alyza Azzura Binti ABD Rahman Azmi sebagai Ketua Departemen.
BACA JUGA:
Angkat Bacaan Sastra SMA, Mahasiswi S2 Unisma Lulus Cumlaude
Prof Alyza Azzura memaparkan bahwa penyelesaian program Bachelor di Departemen tersebut harus menyelesaikan minimal 120 sks dengan lama waktu studi 3,5 Tahun. Sajian mata kuliah sejak awal telah diarahkan untuk menunjang pengaplikasian ilmu kimia dan biologi untuk permasalahan lingkungan khususnya pada lingkungan kelautan sebagai penciri dari FSSM UMT.
FSSM UMT adalah fakultas yang berorientasi pada pengembangan dan penerapan ilmu kimia dan biologi terhadap lingkungan perairan khususnya kelautan. Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi penguatan dalam penyusunan rekonstruksi kurikulum Prodi S1 Bioteknologi sebagai prodi berbasis sains terapan, diantaranya memperbesar sks pada matakuliah-matakuliah berbasis proyek. Dengan demikian diharapkan kurikulum yang disusun dapat menghasilkan lulusan yang sesuai dengan profil lulusan sarjana Bioteknologi. [dan/but]






