Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya), Tristan Fawwaz Alvaro, menciptakan inovasi gitar listrik berbahan kardus yang diberi nama “Duscaster”. Meski dibuat dari kardus dan resin, gitar ini mampu menghasilkan suara khas tanpa bantuan amplifier.
Tristan, mahasiswa Program Studi Desain dan Manajemen Produk (DMP), menjelaskan bahwa nama “Duscaster” merupakan gabungan dari kata “kardus” dan “Telecaster”, gitar legendaris buatan Fender yang menjadi inspirasinya.
“Karena suka eksperimen, saya mencoba membuat gitar listrik dari material non-kayu supaya anti-mainstream. Ternyata suaranya jadi unik karena kardus punya banyak rongga,” ujarnya, Kamis (17/7/2025).
Gitar berukuran panjang 440 mm, lebar 290 mm, dan ketebalan 45 mm ini disusun selama satu semester. Tantangan terbesar terletak pada pencampuran komposisi antara kardus dan resin untuk menghasilkan bentuk padat namun tetap ringan. Bobot akhir gitar mencapai 4,5 kilogram.
“Prosesnya dimulai dari riset material, eksplorasi bentuk, observasi berbagai gitar, sampai eksperimen kardus dan resin. Ini sekaligus jadi tugas akhir untuk mata kuliah Desain Produk 4,” tutur alumnus SMA Muhammadiyah 2 Surabaya itu.
Tristan berencana mengembangkan “Duscaster” dalam dua arah, eksplorasi bentuk desain baru dan pengurangan bobot. “Bentuknya sekarang masih terlalu mirip Telecaster, jadi saya ingin eksplor lebih eksperimental. Selain itu, bobotnya juga perlu lebih efisien,” pungkasnya. [ipl/kun]






